^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

SERIGALA HITAM, SERIGALA PUTIH

Seorang anak muda Indian bertanya kepada kakek tua yang bijaksana di sukunya.

“Kek, aku punya dua serigala. Serigala hitam dan serigala putih. Menurut Kakek, kalau mereka bertarung, siapa yang akan menang ?”, tanya si anak muda.

Kakek tua itu memandang si pemuda. Dan tersenyum kepadanya.

Hakekatnya, manusia berlimpah dengan stok cinta dan kasih sayang. Seorang ibu bangun ketika bayinya menangis malam demi malam. Ia mengendalikan kelelahan fisik dan ketidaksabarannya demi sang bayi.

Seorang ayah rela menunggui anaknya di rumah sakit dengan mengabaikan semua frustasi yang memenuhi hidupnya.

Saat Anda berada di jalan sepi, dan melihat seorang korban kecelakaan mengerang kesakitan di pinggir jalan,

Anda akan langsung menghampiri dan menolongnya. Tak ada waktu untuk bertanya siapa namanya, apa sukunya, apa agamanya, maupun calon gubernur pilihannya.

Bila manusia penuh dengan stok cinta yang berlimpah, dan dari sononya memang begitu, mengapa masih ada kebencian dan permusuhan yang sering kali timbul ?

Tak lain karena cinta, seperti halnya kebencian, adalah hal-hal yang tanpa sadar kita pelajari setiap hari. Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan setiap hari, membentuk atau menghancurkan benih-benih cinta yang sudah kita miliki.

“Jadi, serigala mana yang menang, Kek ?”

“Oh, itu tergantung...”

“Maksudnya ?”

“Tergantung serigala mana yang kau beri makan lebih banyak setiap harinya. Serigala yang setiap hari kau beri makan lebih banyak, akan menjadi kuat, dan memenangkan setiap pertarungan...”

Bila serigala hitam adalah simbol kebencian dan permusuhan, dan serigala putih adalah simbol cinta dan kasih sayang, serigala mana yang Anda beri makan lebih banyak setiap harinya ?

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.