^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

LEADING WITH CHARACTER

Di antara nama-nama berikut, siapakah yang Anda anggap sebagai pemimpin sejati : Adolf Hitler, Jawaharlal Nehru, Margaret Thatcher, atau Nelson Mandela ?

Ketika peserta pelatihan leadership yang saya fasilitasi mendapat pertanyaan seperti itu, nyaris tidak ada yang memberi jawaban : Adolf Hitler. Nelson Mandela adalah jawaban yang paling sering muncul, kemudian diikuti oleh Jawaharlal Nehru, lalu Margaret Thatcher.  Margareth Thatcher, yang dijuluki The Iron Ladymerupakan perdana mentri terlama dan satu-satunya perdana mentri wanita yang pernah ada di Britania Raya. Mengawali karirnya sebagai ahli kimia, Thatcher terkenal karena perbaikan ekonominya dan ketegasannya untuk mengirimkan pasukan Inggris pada Perang Falklands atau Perang Malvinas dengan Argentina.

Jawaharlal Nehru adalah perdana mentri India yang pertama. Dia merupakan salah satu pendiri Gerakan Nonblok, dan pengusung kemerdekaan penuh India dari Inggris. Nelson Mandela adalah tokoh revolusioner anti apartheid dan orang kulit hitam pertama di Afrika Selatan yang menjabat sebagai presiden lewat pemilu multiras. Saat memperjuangkan anti apartheid, Mandela berulang kali ditahan, dan akhirnya dipenjara selama 27 tahun. Lepas dari penjara, Mandela kembali berkampanye untuk penghapusan apartheid.  Pada tahun 1994, Mandela menjadi presiden Afrika Selatan pertama yang terpilih melalui pemilu demokratis. Bertekad membangun rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai di negaranya, Mandela berusaha menghindarkan pola balas dendam yang tidak berkesudahan. Mandela memberikan contoh nyata, ia meminta sipir penjaranya ikut naik di saat pelantikannya sebagai presiden.

Dan apa yang salah dengan Adolf Hitler ? Bukankah kemampuannya untuk mempengaruhi rakyat Jerman sedemikian hebatnya ? Baik melalui pidatonya yang karismatis, dan buku “Mein Kamf” ( Perjuanganku ) hasil karyanya ? Juga gagasannya untuk membangun mesin militer penuh disiplin yang disegani dunia ? Belum lagi kemampuannya dalam memimpin balatentara Jerman untuk menguasai secara cepat sebagian besar Eropa dan Afrika Utara ?

Hitler lebih dikenal sebagai seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaanya, bahkan memicu Perang Dunia II yang mengakibatkan tewasnya 50 juta orang. Ketika berkuasa, Hitler antusias sekali menyebarkan visinya mengenai kejayaan seribu tahun Kekaisaran Ketiga dan ras Arya. Karena hal itu, Hitler dinilai oleh sebagian besar orang sebagai “bukan pemimpin”. Hitler tidak memiliki karakter sebagai pondasi kepemimpinannya.

Ada banyak karakter yang dapat menjadi pondasi bagi kepemimpinan seseorang, namun setidaknya tiga hal ini, integrity ( integritas ), responsibility ( tanggung jawab ), dan serving ( sikap melayani ), dapat menjadi pondasi kuat seseorang untuk menjadi pemimpin sejati. 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.