^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Authentic Leadership

Dalam bukunya “Leadership from the Inside Out”, Kevin Cashman mengungkapkan bahwa leadership bukanlah sesuatu yang kita kerjakan dan terlihat dari luar, melainkan sesuatu yang berada di “dalam” diri kita. Leadership adalah proses ekspresi terdalam dari diri kita. Pada level yang paling dalam, leadership is authentic self-expression that creates value.

Dasar dari leadership adalah keotentikan diri kita. Cashman mengatakan kita harus selalu mengajukan pertanyaan “Dari mana leadership saya berasal ? Apakah tindakan kita berasal dari sisi terdalam diri kita, atau sekedar dari permukaan saja ? Apakah leadership kita berasal dari karakter diri kita, sesuatu yang paling esensial tentang kita ?”

Salah satu tantangan krusial dari setiap pemimpin adalah bergerak dari ekspresi otentik ke efektifitas untuk menciptakan nilai. Leadership bukanlah sekedar duduk di kantor dan memikirkan strategi, tapi tentang upaya untuk menyentuh organisasi dengan hubungan dan kehadiran personal. 

Cashman menuturkan 5 langkah untuk memunculkan Authentic Leadership dalam diri kita.


Langkah 1 : Know Yourself Authentically

Perkataan “Kenalilah Dirimu” muncul dari zaman Socrates, Lao Tzu hingga Emerson, Maslow, Warren Bennis dan Stephen Covey. Bila kita ingin lebih efektif dengan orang lain, pertama kali yang kita butuhkan adalah kita bisa efektif dengan diri sendiri. Daripada sibuk mencari partner yang tepat, lebih baik kita fokus ke menjadi partner yang tepat.

Langkah 2 : Listen Authentically

Untuk dapat mempengaruhi orang lain, kita harus terbuka lebih dahulu dengan pengaruh mereka. Mendengarkan dengan otentik berarti mendengarkan dengan sikap untuk berkontribusi kepada orang lain, bukan dengan opini dan penilaian kita sendiri. Authentic listening berarti kita terbuka dengan tujuan orang lain dan belajar dari orang lain.

Authentic listening menjadi dasar dari sinergi sejati dan kerja sama yang efektif. Authentic listening adalah jiwa dari sinergi. 

Langkah Tiga : Express Authentically

Authentic expression adalah suara sejati seorang pemimpin. Pemimpin sejati berbicara dari karakternya dan dapat menciptakan rasa percaya, sinergi dan koneksi dengan orang-orang di sekitarnya. Authentic expression bukanlah tentang penampilan, tetapi lebih dalam dari itu. Authentic expression adalah tentang membagikan pikiran dan perasaan kita dengan cara-cara yang tepat untuk menciptakan berbagai kemungkinan. 

Langkah Empat : Appreciate Authentically

Sering kali, sebagai seorang pemimpin kita mengerjakan banyak hal namun sangat sedikit memberikan apresiasi. Apresiasi adalah salah satu tipe ekspresi yang bisa menciptakan nilai. Apresiasi memberikan semangat dan membuat orang lain terpacu untuk melebihi gol dan batasannya.

Langkah Kelima : Serve Authentically

Pemimpin tidak hanya diukur dari seberapa baik dia memimpin, tetapi juga seberapa baik dia melayani. Pemimpin melayani organisasinya. Pemimpin melayani orang-orangnya. Pemimpin melayani customer nya. Pemimpin melayani pasar. Pemimpin melayani keluarganya.

Sebagai seorang pemimpin, saat kita berpindah dari mengontrol ke melayani, kita mengenali bahwa tugas kita bukan sekedar mencapai prestasi. Ini adalah terobosan emosional dan spiritual yang kita alami. Tugas kita yang sesungguhnya adalah melayani orang lain, dan berproses bahwa dengan apresiasi yang tulus kepada orang lain kita dapat menciptakan nilai.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.