^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

5 Levels of Leadership

Kepemimpinan sejati bukanlah tentang memiliki pekerjaan atau jabatan tertentu. Agar kita bisa memimpin secara efektif, kita harus dapat mencapai hasil dan membangun team. Kita harus mengembangkan orang lain menemukan potensi kepemimpinan mereka.

Uraian di atas diungkapkan oleh John C. Maxwell dalam bukunya 5 Levels of Leadership. Maxweel menguraikan lima level, termasuk hal-hal negatif yang ada dalam tiap level dan tindakan terbaik di masing-masing level.

Kelima level tersebut adalah position, permission, production, people development, dan pinnacle. 

Level 1 : Position

Ini adalah level terendah dari kepemimpinan dan merupakan level awal. Pengaruh yang datang dari level 1 semata-mata karena kursi kepemimpinan yang diduduki oleh seseorang. Dengan demikian, posisi ini sebenarnya tidak kuat untuk memberikan pengaruh.

Maxwell mengatakan bahwa di Level 1 bisa jadi seseorang baru bisa menjadi boss, tetapi bukan seorang pemimpin. Mereka mempunya anak buah, tetapi bukan anggota team. Mereka sekedar memainkan aturan, kebijakan dan garis komando. Orang-orang mengikuti mereka karena karena posisi yang disandangnya. Namun saat si pemimpin meminta kerja ekstra, mereka akan menolaknya. 

Pemimpin di Level 1 akan mengalami kesulitan terhadap para pekerja relawan, anak muda dan mereka yang berpendidikan tinggi. Hal ini karena pemimpin di level 1 tidak mempunyai pengaruh. 

Level 2 : Permission

Permission adalah level kedua dari kepemimpin. Bila di Level 1 orang-orang mengikuti si pemimpin karena “keharusan”, di Level 2 ini mereka mengikuti karena “keinginan”. Pemimpin Level 2 mempunyai kelebihan untuk membina hubungan dan membantu orang lain. 

Pemimpin Level 2 mampu bersikap terbuka dan membuka jalur-jalur komunikasi. Mereka menganggap bahwa orang lain sangat berharga dan berfokus pada hal tersebut.

Sisi negatif dari pemimpin Level 2 adalah mereka terlalu lunak bagi beberapa orang. Mereka tidak sadar bahwa tugas utama mereka adalah membantu orang lain, bukan sekedar menyenangkan orang lain.

Level 3: Production

Pemimpin Level 3 mewujudkan banyak hal. Mereka sangat produktif dan memberikan hasil. Oleh karena itu, mereka juga bisa membantu team untuk menjadi lebih produktif. Kemampuan ini memberikan rasa percaya diri, kredibilitas, dan pengaruh yang terus meningkat.

Pemimpin Level 3 tahu cara menjadi produktif dan mengajarkan cara itu pada orang-orangnya. Ucapan mereka didukung oleh tindakan mereka. Kepemimpinan mereka bertahan karena kinerja mereka. Pemimpin Level 3 menemani orang-orang mereka ke tempat dimana ia ingin mereka ada di sana. 

Pemimpin Level 3 mengurangi waktu mereka untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan kesempatan untuk terus meningkatkan hasil. 

Level 4 : People Development

Produktifitas saja tidak cukup. Organisasi harus disiapkan untuk terus berkembang dan bertahan selama mungkin. Pemimpin Level 4 menjawab kebutuhan ini. Mereka menginvestasikan waktu, energi, uang, dan pemikiran untuk mengembangkan orang lain sebagai pemimpin. Mereka mengamati semua orang dan berusaha mengukur potensi mereka yang bisa dikembangkan, tanpa mempedulikan jabatan, usia, atau pengalaman orang tersebut.

Pemimpin Level 4 menggeser fokus mereka dari produktifitas ke cara-cara untuk mengembangkan orang. Selain itu, produktifitas pribadi hanya menerima 20% dari fokus mereka, sisa 80% diarahkan untuk mengembangkan orang lain.

Level 5 : Pinnacle

Orang-orang yang mencapai kepemimpinan Level 5 sudah memimpin dengan sangat baik dalam waktu lama sehingga keadaan yang mereka ciptakan dalam organisasi saat ini adalah hasil dari kepemimpinan mereka.

Pemimpin Level 5 mengembangkan keseluruhan organisasi dan menciptakan keadaan yang menguntungkan semua anggotanya. Pemimpin ini memiliki pengaruh yang melintasi organisasi dan industri dimana mereka bekerja.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.