^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Appreciative Intelligence (2)

Appreciative Intelligence ( AI ), yaitu kecerdasan untuk melihat jauh ke depan, memberikan terobosan baru, dan memberikan solusi yang berharga di masa depan, mempunyai tiga komponen yang terdiri dari reframing, apresiasi positif dan melihat masa depan dari masa sekarang...

Thatchenkery dan Metzker, pengajar dari George Mason University, Virginia, USA, menyebutkan bahwa ketiga komponen pembentuk AI di atas membutuhkan 4 kualitas dasar yang harus dimiliki seseorang.

Empat kualitas dasar tersebut adalah :

- Persistence.

- Keyakinan bahwa setiap tindakan adalah berharga.

- Toleransi terhadap ketidakpastian.
- Bersikap lentur.

Persistence
Ada 2 tipe persistence : perilaku dan pemikiran. Sebagian besar orang mengatakan bahwa persistence selalu terkait dengan perilaku. Seorang salesman yang terus menerus menjual produknya meski berulang kali ditolak, anak kecil yang terus menerus bangun meski jatuh lagi saat belajar berjalan sering disinggung sebagai contoh perilaku persistence.

Selain perilaku persistence, orang memerlukan juga pemikiran persistence. Dalam pemikiran persistence, seseorang terus menerus memusatkan pikirannya pada gol yang dituju setelah berulang kali mengalami kegagalan.

Orang yang memiliki rasa penghargaan diri ( high self esteem ) tinggi, cenderung lebih persistence saat menghadapi kesulitan dan hambatan.

Seseorang dengan AI tinggi memusatkan perhatian lebih banyak untuk persistence pada gol yang ingin dicapai daripada persistence pada tugas-tugas rutinnya.

Keyakinan bahwa Setiap Tindakan Berharga
Seseorang yang bisa menciptakan kepercayaan diri positif dapat secara proaktif mengontrol kehidupan mereka. Mereka dapat mengontrol setiap pikiran, perasaan dan tindakan yang mereka miliki. Mereka membuat keputusan dan menentukan usaha yang harus mereka berikan terhadap tantangan yang ada.

Toleransi terhadap Ketidakpastian
Kemampuan untuk mengambil resiko, menjalani sesuatu yang tidak pasti, dan mencapai hal-hal yang sulit dicapai, dibutuhkan bila seseorang ingin memiliki AI yang tinggi.

Kemampuan untuk memberikan toleransi terhadap ketidakpastian memungkinkan pemimpin dengan AI tinggi menghadapi tantangan dan kesulitan yang baru. Mereka bertekun memecahkan masalah meskipun berada dalam situasi tidak pasti. Mereka memikirkan produk baru, peluang baru, di tengah-tengah ketidakpastian yang mereka hadapi.

Bersikap Lentur
Dengan bersikap lentur, seseorang akan memiliki kemampuan untuk cepat melakukan recovery setelah mengalami banyak kesulitan. Seorang yang dapat bersikap lentur melihat peluang yang mungkin, merencanakan tindakan konkrit untuk menciptakan situasi yang diinginkan.

Orang-orang dengan AI tinggi berani menghadapi resiko dan ketidakpastian serta berharap terhadap terciptanya peluang baru. Mereka menemukan jalan keluar di tengah-tengah situasi menantang yang sulit diprediksi.

Sumber : Appreciative Intelligence, Seeing the Mighty Oak in the Acorn, Tojo Thatchenkery and Carol Metzker, 2006

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.