^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Authentic Happiness

Apa yang membuat Anda dalam kondisi atau situasi sangat bahagia ?

Bagi sebagian sebagian besar orang, pertanyaan di atas tidak mudah untuk dijawab. Bisa jadi, mereka akan berpikir keras untuk dapat menemukan “kapan terakhir kali mereka bahagia”. Mereka akan mengingat-ingat beberapa situasi atau peristiwa yang pernah mereka lewati. Mereka akan merasakan kembali apakah di situasi atau peristiwa tertentu mereka merasa sangat bahagia.

Bisa jadi, mereka akan mengelompokkan situasi yang membuat mereka bahagia, kemudian dari situ mereka akan menilai mana situasi yang membuat mereka sangat bahagia.

Dari survey yang saya lakukan, secara umum orang akan menilai “peristiwa-peristiwa besar” dalam hidupnyalah yang membuat mereka sangat bahagia. Peristiwa seperti : saat pertama kali diterima kerja, pernikahan, kelahiran anak, rumah pertama yang dimiliki, acap kali muncul sebagai jawabannya.

Tetapi, benarkah kebahagiaan hanya datang saat peristiwa-peristiwa besar dalam hidup kita ? Tidak dapatkah kebahagiaan muncul dalam peristiwa biasa sehari-hari ?

Tidak gampang memang mendefinisikan kebahagiaan. 

Beberapa orang mengatakan kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat obyektif. Peristiwa yang membuat seseorang sangat berbahagia bisa jadi merupakan hal yang biasa saja dari kaca mata orang lain.

Kebahagiaan terkadang juga sangat sulit diukur maupun dijelaskan kepada orang lain.

Bila ditanya “Apa yang membuatmu sangat bahagia ?”, bisa jadi jawaban yang diperoleh adalah “Ya, pokoknya saya sangat bahagia. Titik.”

Martin Seligman, pencetus psikologi positif dan penulis Authentic Happiness, menguraikan bahwa kebahagiaan bisa dianalisis ke dalam tiga unsur berbeda, yaitu : emosi positif, keterlibatan, dan makna.

Emosi positif adalah segala sesuatu yang kita rasakan seperti kesenangan, kehangatan, kenyamanan, dan sebagainya. Unsur pertama ini hanya berbicara masalah perasaan kita semata-mata. Ringkasnya, hal-hal yang menyenangkan, itulah kebahagiaan.

Keterlibatan adalah tentang hidup yang mengalir, dinamis, dan terus bergerak. Tenggelam dalam aktifitas yang dikerjakan, lupa ruang dan waktu, lebur dengan obyek yang kita geluti, disebut sebagai unsur kedua pembentuk kebahagiaan. Istilah seorang teman, kondisi dimana kita nge-flow banget dengan apa yang kita kerjakan. Dalam kondisi nge-flow, seluruh perhatian kita demikian terpusat, semua sumber daya kita benar-benar terhubung dengan yang kita lakukan.

Untuk bisa terlibat dan mengalir, idealnya kita menggunakan semua kekuatan dan bakat tertinggi kita. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dan pemahaman tentang kekuatan dan bakat tertinggi kita serta ketrampilan untuk mengarahkannya. 

Makna merupakan unsur ketiga dari kebahagiaan. Saya bisa saja merasa senang dan terlibat sepanjang hari dengan kegiatan menonton TV, namun setelah itu merasa ada sesuatu yang hilang. Ada yang kurang. Rasanya datar-datar saja. Setiap orang, jauh dalam lubuk hatinya, menginginkan adanya makna dan tujuan dalam hidup. Ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri, yang harus kita layani dan menjadi bagian dari hidup kita.

Mencari dan menemukan makna bukanlah sekedar menuliskan rencana hebat atau memimpikan sesuatu yang besar dalam hidup kita, namun lebih daripada itu, kita menghidupi dan menghayatinya dalam kegiatan sehari-hari.  Bisa jadi, hal ini seperti yang diucapkan oleh Socrates, filsuf Yunani : hidup yang tidak pernah dihayati, tidak pantas untuk dijalani.

Jadi, unsur kebahagiaan mana yang akan Anda pilih : emosi positif, keterlibatan, ataukah pencarian dan penemuan makna ?

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.