^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Kenali Diri Sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh untuk mempelajari teknik, tips, jurus atau kiat melakukan presentasi, kita perlu terlebih dahulu mengenal diri sendiri. Ibaratnya berada di sebuah medan pertempuran, dengan mengenal diri sendiri kita sudah memenangkan setengah pertempuran. Menurut saya, presenter atau pembicara yang hebat bukanlah mereka yang dianugerahi bakat dari lahir, tetapi mereka yang melatih dirinya dengan sungguh-sungguh untuk menjadi pembicara yang hebat.

Konon, Demosthenes, seorang orator Yunani, setiap hari melatih dirinya dengan memasukkan beberapa kerikil ke dalam mulutnya dan berteriak keras di tepi pantai. Dia berlatih hari demi hari sehingga akhirnya dia bisa memiliki suara yang keras, lantang dan jelas yang bisa didengar oleh ratusan orang sekaligus. Sejarah kemudian mencatat bahwa Demosthenes dikenal sebagai salah satu orator ulung.

Kenali Audiens

Penting sekali buat kita untuk mengenali audiens yang akan berhadapan dengan kita. Sejauh memungkinkan, carilah data mengenai komposisi jenis kelamin, umur, jabatan, masa kerja, dan lain-lain. Ibarat sebuah pertempuran, dengan mengenal audiens kita sudah memenangkan setengah pertempuran. Dengan mengenal audiens kita dapat menentukan joke-joke yang akan kita lempar, cerita yang akan kita bawakan, maupun istilah-istilah yang akan kita pakai. Berhadapan dengan audiens yang sudah memiliki puluhan tahun masa kerja, tentu berbeda dengan audiens yang baru sebulan atau dua bulan bekerja. Bila audiens semuanya lulusan SMA, kita dituntut memakai bahasa dan contoh-contoh yang lebih sederhana.

Bagaimana bila kita tidak sempat mendapatkan data audiens?

Sampaikan Kisah Pribadi

Kevin Daley, seorang pakar komunikasi, mengungkap dalam bukunya Mastering Speaking, bahwa audiens lebih tergerak oleh kisah daripada fakta. Kisahlah yang membangkitkan perhatian audiens dan mempengaruhi pikiran audiens. Dengan kata lain, bila kita ingin audiens menyukai kita, buatlah kisah dalam setiap presentasi Anda.

Pertanyaannya kemudian ”Darimana kita mendapatkan ide untuk membuat kisah?”

Bicara itu Mudah

Banyak orang mengatakan, melakukan presentasi di depan umum itu menakutkan. Melakukan presentasi di depan orang banyak itu mengerikan. Mereka mengatakan semua hal tersebut dengan berbagai alasan. “Saya tidak berbakat bicara”, “Saya ini orang produksi, tidak terbiasa bertemu orang”, “Saya malas berdiri di hadapan orang banyak”, “Selama ini saya di back office”, dan lain-lain. Pendeknya, dengan 1001 alasan tersebut mereka merendahkan kemampuan mereka untuk melakukan presentasi. Mereka tidak mau mengasah kemampuan mereka untuk menjadi pembicara atau komunikator handal.

DEKATI AUDIENS

Hal pertama yang sering saya lakukan sebelum memberikan presentasi adalah melakukan PDKT ke audiens. Saya akan mendekati audiens, menjabat tangan mereka, mengenalkan diri saya, dan menanyakan namanya. Siapapun audiensnya, buat saya hal ini mutlak dilakukan. Saya mengikuti pepatah lama yang berujar ”tak kenal maka tak sayang”. Dengan mengenali audiens, saya mencoba menghilangkan penghalang antara mereka dan saya.

Dalam hal melakukan pendekatan kepada audiens, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.