^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Kenali Diri Sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh untuk mempelajari teknik, tips, jurus atau kiat melakukan presentasi, kita perlu terlebih dahulu mengenal diri sendiri. Ibaratnya berada di sebuah medan pertempuran, dengan mengenal diri sendiri kita sudah memenangkan setengah pertempuran. Menurut saya, presenter atau pembicara yang hebat bukanlah mereka yang dianugerahi bakat dari lahir, tetapi mereka yang melatih dirinya dengan sungguh-sungguh untuk menjadi pembicara yang hebat.

Konon, Demosthenes, seorang orator Yunani, setiap hari melatih dirinya dengan memasukkan beberapa kerikil ke dalam mulutnya dan berteriak keras di tepi pantai. Dia berlatih hari demi hari sehingga akhirnya dia bisa memiliki suara yang keras, lantang dan jelas yang bisa didengar oleh ratusan orang sekaligus. Sejarah kemudian mencatat bahwa Demosthenes dikenal sebagai salah satu orator ulung.

Pada dasarnya, pengenalan diri untuk menjadi pembicara dapat dilihat dari tiga hal berikut : content, context dan competence. Content berarti kemampuan untuk menyusun materi presentasi dan membuat alur presentasi yang efektif. Context berarti kemampuan untuk menghubungkan materi presentasi dengan isyu-isyu aktual maupun kejadian sehari-hari. Competence berarti kemampuan untuk menyampaikan materi presentasi, menjalin hubungan emosional dengan audiens, membangun atmosfir yang tepat dan menggunaka alat bantu.

Ada pembicara yang bagus di content-nya, tetapi lemah di context dan competence. Tipe pembicara seperti ini mampu membuat materi presentasi yang runtut dan sistematis, tetapi kurang mampu menyampaikan materi secara menarik di hadapan audiens. Pembicara ini juga kurang bisa menguasai audiens dan sulit membangun hubungan emosional dengan audiens. 

Ada juga pembicara yang jago di competence, tetapi kurang di content dan context. Tipe pembicara ini mampu membangun hubungan emosional dengan audiens, bahkan mampu membuat audiens tertawa sepanjang hari. Audiens akan merasa senang dengan pembicara tipe ini, tetapi kurang mendapatkan sesuatu dari materi yang disampaikan. 

Kita harus mengetahui, di area mana kekuatan kita dan di area mana kelemahan kita. Idealnya, kita punya kekuatan yang merata di semua unsur 3C ( content, context, competence ) tadi.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.