^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Kenali Panggung Pertunjukkan

Sebelum melakukan pertunjukkan, artis dan para pendukungnya biasa melakukan gladi resik atau latihan di panggung tempat mereka akan menyanyi. Mereka akan melakukan gladi resik minimal satu hari sebelum pertunjukkan. Lamanya gladi resik satu hingga dua jam. Bahkan, beberapa artis ternama melakukan meminta waktu untuk gladi resik lima sampai enam jam. Mereka mencoba untuk mengenal setiap sudut panggung, dimensi panggung, jarak panggung ke penonton, sound system, arah lighting, dan lain-lain. Bila melibatkan beberapa penari latar, mereka akan mengukur gerakan tubuh mereka sehingga bisa optimal di panggung. Pendek kata, mereka tidak mau tampil sebelum benar-benar mengenali panggung pertunjukkan. 

Kalau artis-artis yang sudah mempunyai jam terbang tinggi pun melakukan itu, harusnya kita sebagai pembicara juga melakukan hal yang sama. Mencoba untuk mengenali ”panggung” tempat kita akan berbicara. Panggung seorang pembicara adalah ruangan tempat presentasi akan diadakan. Idealnya, sebagai pembicara, kita mengenali dengan baik luas atau sempitnya ruangan. Bayangkan bila ruangan itu sudah dipenuhi oleh peserta. Posisikan juga tempat kita berdiri dan bergerak di antara peserta. Untuk Anda yang masih belum banyak jam terbang, dengan melakukan hal ini akan mengurangi sedikit rasa nervous yang dimiliki saat menghadapi audiens. Lakukan itu sehari sebelum presentasi diadakan, sehingga kita benar-benar merasa nyaman.

Setelah mengetahui dimensi ruangan, Anda perlu mengenali posisi duduk audiens. Apakah mereka duduk secara classical, U-shape atau dalam grup. Posisi duduk audiens ini menentukan mobilitas Anda di dalam ruangan. Bila audiens berada dalam posisi classical, maka gerakan Anda terbatas hanya di depan mereka. Lain halnya bila audiens dalam posisi u-shape atau dalam grup, Anda mempunyai keleluasaan lebih untuk bergerak di tengah-tengah audiens.

Kenali panggung pertunjukkan juga berarti mengenali perlengkapan pendukung presentasi seperti mike, laptop, in focus maupun flipchart. Ada pembicara yang tidak mempermasalahkan apakah harus memakai mike yang dipegang atau yang dijepit di krah baju ( mike clip-on ). Ada pembicara yang lebih suka dengan mike yang dipegang, ada juga yang fanatik dengan mike clip-on.

Bila Anda lebih memilih mike yang dipegang, Anda harus memastikan bahwa gerakan mike Anda dapat mengikuti gerakan mulut dan kepala Anda. Jangan sampai mike Anda ketinggalan, sehingga suara Anda tiba-tiba “hilang” dan tidak terdengar oleh audiens. 

Bila Anda memakai mike clip-on, Anda harus bisa menggali sebanyak-banyaknya gerakan kedua tangan Anda, sehingga efektif dan memperkuat pesan Anda kepada audiens. Untuk kegiatan presentasi yang banyak menulis di flipchart dengan spidol, mike clip-on lebih cocok digunakan. Karena bila memakai mike yang dipegang, tangan Anda akan disibukkan untuk memegang mike dan spidol.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.