^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Atasi Rasa Gugup

“Pak, bagaimana mengatasi rasa gugup di depan audiens?”, begitu pertanyaan yang sering diajukan peserta dalam Training for Trainers yang saya bawakan.

Ternyata, penyakit “senang gugup” saat bicara di depan umum dialami oleh sebagian besar orang. Bahkan di Amerika Serikat, negara yang tradisi berbicara spontannya kuat, berbicara di depan umum masih menjadi ketakutan nomor satu dibandingkan dengan takut ketinggian, takut kekurangan uang, takut akan kematian, takut akan kesendirian dan segala jenis ketakutan yang lain.

Tidak seperti yang dipikirkan banyak orang, pembicara-pembicara handal pun ternyata memiliki rasa gugup saat akan berbicara di depan audiens. Winston Churchil, misalnya. Perdana mentri Inggris di jaman Perang Dunia II , yang terkenal dengan pidato-pidatonya yang menggelegar dan menggugah rakyat Inggris, ketika itu mengakui kalau dirinya pun gampang gugup saat akan berbicara di depan audiens.

Jadi, gugup adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Semua pembicara pasti mengalami hal ini. Yang membedakan pembicara handal dan tidak adalah : pembicara handal akan gugup di 3 – 5 menit pertama, setelah itu dia akan mampu menguasai dirinya; sementara pembicara yang belum berpengalaman akan gugup di 3 – 5 menit pertama, disusul lagi gugup di menit-menit selanjutnya.

BUAT PERSIAPAN YANG MATANG

Disukai atau tidak, jurus pertama untuk menghilangkan rasa gugup adalah membuat persiapan yang matang. Semakin lama dan matang Anda mempersiapkan bahan-bahan presentasi, semakin pe-de lah Anda menghadapi hari-H presentasi. Sesungguhnya, persiapan yang matang adalah upaya awal Anda untuk menghargai audiens.

Banyak orang berpikir dirinya memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sehingga merasa tidak perlu repot mempersiapkan diri. Menurut saya pandangan itu keliru. Sejago-jagonya kita, persiapan tetap perlu dibuat. Buat saya, preparation is the most important thing dalam setiap presentasi. Tanpa persiapan yang cukup, bisa jadi baru 10 menit bicara kita tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan.

Setidaknya, dua hal harus Anda lakukan untuk membuat persiapan yang matang. Apa saja itu?

Pertama, bacalah artikel, buku atau jurnal yang akan mendukung topik materi presentasi Anda. Jangan hanya berhenti pada satu buku, tetapi bacalah setidaknya tiga atau empat buku yang berkaitan dengan topik yang akan Anda sampaikan. Saat ini, internet sangat membantu kita dalam mencari dan mengolah informasi tentang suatu topik. Dengan banyaknya bacaan yang Anda miliki, Anda memiliki ”amunisi” yang cukup untuk berbicara di depan audiens.

Kedua, buatlah ilustrasi atau contoh konkrit tentang topik presentasi Anda. Kaitkan presentasi Anda dengan hal-hal riil yang terjadi di lapangan. Audiens akan merasa presentasi Anda terlalu abstrak dan hanya terjadi di awang-awang bila Anda tidak memberikan ilustrasi dan contoh yang konkrit.

Bagi saya pribadi, untuk materi presentasi yang sering saya bawakan, saya membuat rumus ”2 in 1” dalam persiapan presentasi. Maksudnya, saya akan mempersiapkan diri minimal 2 hari untuk bisa membawakan presentasi 1 hari penuh.


CIPTAKAN PERSEPSI POSITIF

Pada dasarnya, masing-masing orang punya cara tersendiri untuk mengatasi kegugupan saat bicara di depan umum. Cara yang cocok untuk seseorang, belum tentu cocok untuk yang lain. Suatu saat, Freddie, salah satu teman saya yang sangat percaya diri, lincah dan powerfull bicara di depan audiens, saya tanya resepnya mengenai kiatnya mengatasi rasa gugup. Jawab Freddie, “Buat saya gampang saja, anggap saja semua orang yang ada di dalam ruangan anak TK semua, yang nggak ngerti apa-apa. Jadi saya lebih pe-de saat ngomong di depan mereka.”

Meski tidak setuju 100% dengan perkataan Freddie, buat saya satu hal penting yang saya dapatkan dari dia adalah pentingnya menciptakan persepsi yang tepat tentang audiens. Freddie mampu menciptakan persepsi positif tentang audiens untuk dirinya, sehingga dia menjadi lebih pe-de dan tidak harus gugup. Kita menjadi gampang gugup, kalau di dalam persepsi kita audiens yang dihadapi adalah orang yang sudah expert, sudah sangat senior atau sudah berpengalaman.

Padahal, kalau Anda mau berpikir dengan jernih, sehebat-hebatnya seseorang, pasti ada satu atau dua hal yang belum diketahuinya. Dan sejauh Anda sudah mempersiapkan materi dengan baik, tidak ada alasan untuk gugup di depan audiens. Ngomong-ngomong, kalau audiens yang sudah ahli tadi mau meluangkan waktu untuk datang ke pelatihan atau seminar Anda, berarti dia sudah mengakui dan mempercayai Anda sebagai pembicara, bukan? Tugas Andalah untuk memastikan bahwa dia tidak salah memberikan kepercayaan tersebut.

Dalam melihat audiens, saya sendiri lebih senang memberikan persepsi dalam benak saya bahwa audiens adalah teman-teman saya sendiri. Saat memberikan presentasi, saya ingin membagikan ketrampilan saya, saya ingin membagikan pengalaman saya, pendek kata saya ingin memberikan diri saya kepada mereka. Sejauh, sepanjang, dan selama saya sudah sungguh-sungguh memberikan diri saya, mempersiapkan materi dengan baik, apapun komentar dan penilaian mereka tidak menjadi masalah buat saya.

TARIK NAPAS

Biasanya, saat gugup dan panik kerja seluruh organ tubuh menjadi tidak lancar. Jantung berdegup makin kencang, wajah menjadi tegang, dan keluar keringat dingin di kedua telapak tangan. Saat gugup, kita menjadi lepas kontrol terhadap keseluruhan diri kita. Alih-alih memikirkan materi dan audiens, memikirkan diri kita sendiri pun sudah bingung.

Ada teknik yang lebih sederhana dan sangat mudah dipraktekkan. Sebelum masuk ke ruangan presentasi, atau sebelum tampil di depan panggung, lakukan pernapasan perut dengan hitungan 3 – 5 – 2. Maksudnya, 3 hitungan untuk menarik napas dengan mengembangkan perut, 5 hitungan untuk menahan napas, dan 2 hitungan untuk menghembuskan napas dengan mengempiskan perut.

Dengan menggunakan pernapasan perut dan bernapas lebih lambat, Anda memompa sebanyak-banyaknya udara ke dalam paru-paru dan mengontrol penuh kerja organ tubuh. Dan dengan mengontrol kerja organ tubuh, Anda menjadi lebih rileks, nyaman dan siap untuk tampil hebat di depan audiens.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.