^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Buat Pembukaan Yang Berkesan

Beberapa ahli komunikasi mengatakan, 5 menit pertama dalam sebuah presentasi sangat menentukan tanggapan audiens terhadap pembicara. Bila dalam 5 menit pertama tersebut pembicara gagal menciptakan sesuatu yang berkesan, di menit-menit selanjutnya audiens akan ”lari” dan meninggalkan si pembicara.

Menit-menit pembukaan presentasi ini adalah saat yang kritis. Di sinilah audiens mulai memberikan penilaian apakah Anda layak untuk didengarkan atau tidak. Apa yang bisa dilakukan oleh si pembicara untuk membuat 5 menit tersebut menjadi menit-menit yang berharga bagi dirinya dan bagi audiens ?

Begitu Anda diminta untuk berbicara oleh panitia, dekati tempat presentasi dengan langkah tenang dan pasti. Bersikaplah penuh percaya diri dan pancarkan aura positif Anda. Pandanglah semua audiens yang ada dalam ruang presentasi dan berikan senyuman Anda. Ingat, senyuman adalah bahasa yang universal, bahasa yang diterima oleh semua kalangan terlepas dari jabatan, pangkat, status sosial, pekerjaan maupun jenis kelamin.

Setelah memberikan senyuman, berhentilah sejenak. Biarkan audiens melihat dan merasakan bahwa Anda tampil penuh percaya diri. Ucapkan salam, dan berikan kalimat pembuka yang unik dan menarik.

Kalimat pembuka bisa berupa ungkapan perasaan Anda saat berada di tengah-tengah mereka. Anda bisa mengatakan ”...betapa bahagianya saya berada di depan Anda semua”, ”...ini merupakan kesempatan yang saya tunggu-tunggu”, ”....kota ini memberikan banyak kenangan kepada saya”, dll. Yang jelas, Anda mengungkap dan mengekspresikan sejuta perasaan yang ada di hati Anda untuk memberikan kesan positif kepada audiens. Katakan perasaan Anda secara sungguh-sungguh.

Anda bisa juga memulai kalimat pembuka dengan perkenalan diri Anda. Sekali lagi, lakukan perkenalan diri Anda dengan unik dan menarik. Buatlah supaya perkenalan Anda meninggalkan kesan positif dan membuat audiens lebih tertarik untuk mendengarkan Anda.

Penyampaian tujuan presentasi dan topik yang akan Anda bicarakan dapat juga menjadi bagian dari kalimat pembuka. Audiens akan sangat dibantu kalau di tahap awal Anda menjelaskan tujuan presentasi, topik, maupun kata kunci dari presentasi Anda.

Berikan penjelasan tentang tujuan presentasi seolah-olah Anda adalah tour guide dan audiens adalah peserta rombongan pariwisata. Sebagai tour guide, Anda pasti akan memberikan gambaran yang menarik tentang tujuan yang akan dicapai sebelum tour itu dimulai. Sebagai tour guide, mungkinkah Anda akan mengatakan ”Bapak Ibu, tempat yang akan kita kunjungi adalah tempat yang kotor, bau, dan jarang dilewati orang....” ? Rasanya tak mungkin, bukan? Pastilah, seorang tour guide akan menceritakan keindahan dan daya tarik tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Begitu pun Anda sebagai pembicara. Ceritakan dan berikan gambaran tentang tujuan presentasi dan apa saja hal-hal menarik yang akan diterima oleh audiens. Selain itu, tunjukkan juga keuntungan-keuntungan apa yang akan didapatkan oleh audiens setelah mendengarkan presentasi Anda. Pada umumnya, audiens akan lebih tertarik saat Anda bisa secara gamblang menjabarkan keuntungan yang akan mereka dapatkan setelah selesainya presentasi.

Pendek kata, yang perlu diingat tentang kalimat pembuka yang berkesan adalah : persiapkan kalimat pembuka Anda dengan sungguh-sungguh dan hindari kalimat pembuka yang terlalu standar, basi dan kering yang membuat audiens berpikir bahwa Anda malas untuk mempersiapkan diri.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.