^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Atasi Rasa Jenuh Audiens

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh pembicara adalah audiens yang jenuh di dalam ruangan. Audiens jenuh karena penampilan pembicara yang kurang ”menggigit” dan tidak menginspirasi. Sebuah penelitian di AS mengungkapkan, audiens yang terdiri dari para perwira Marinir AS, yang terbiasa untuk fokus dan berkonsentrasi, mengalami kejenuhan setelah 20 menit mendengarkan seorang pembicara. Hal yang paling mereka ingat adalah materi yang ada di awal presentasi dan yang ada di akhir presentasi. Untuk itulah, perlu dibuat jeda setiap 20 menit waktu presentasi berjalan.

Apa yang bisa dilakukan dalam waktu jeda tersebut?

Banyak hal bisa dilakukan. Lakukan tanya jawab dengan audiens merupakan salah satu alternatif. Pancing pertanyaan, komentar maupun tanggapan dari audiens. Di sini, sebagai pembicara Anda melakukan interaksi aktif dengan audiens. Anda melakukan two way communication. Anda tidak melulu berbicara tetapi juga mau mendengarkan audiens. Saat meminta tanggapan audiens Anda sekaligus mengukur sejauh mana audiens memahami materi yang Anda sampaikan. 

Alternatif lain,

Anda bisa meminta beberapa orang untuk memberikan sharing dan menceritakan pengalaman mereka. Dengan melakukan hal ini, Anda mengajak audiens untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang mungkin berbeda dengan Anda. Bersikaplah fleksibel, fasilitasi semua pandangan dan pendapat yang berlainan dengan pandangan Anda.

Menceritakan sebuah kisah, entah kisah pribadi, dongeng atau anekdot, bisa menjadi alternatif untuk mengisi jeda. Lebih tepat lagi, bila kisah, dongeng atau anekdot tadi berhubungan dengan materi yang Anda sampaikan. Kisah atau dongeng merupakan hal yang ringan, cair dan bisa dinikmati oleh audiens tanpa mereka harus berpikir terlalu serius.

Selain tanya jawab atau sharing dari audiens, Anda bisa meminta audiens untuk mendiskusikan suatu masalah. Lebih bagus lagi kalau diskusi tadi memang didesain secara khusus untuk membahas materi tertentu. Dengan demikian, audiens akan lebih bersemangat karena mereka berganti kegiatan, dari sekedar mendengarkan menjadi berpartisipasi aktif.

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.