^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

3 C DALAM PRESENTASI

Sekali lagi, saya ingin bicara tentang ketrampilan presentasi.

Banyak teori tentang presentation skill, dari yang bahasannya pendek dan singkat-singkat saja, sampai dengan yang bahasannya berpanjang-panjang lebar. Saya sendiri lebih suka mengaitkan presentasi dengan Teori 3 C.

Apa itu 3 C ?

3 C singkatan dari Content, Competence, dan Context.

Kita mulai dari content. Content adalah isi materi. Content bicara tentang APA yang mau kita sampaikan. Tema, sub tema, ruang lingkup, dan batasan pembahasan adalah bagian dari content.

Dalam presentasi, kita harus berani melakukan batasan terhadap tema yang kita bicarakan. Batasan membuat kita menyampaikan materi dalam porsi yang pas, tidak terlalu sedikit ( sehingga gak bisa ngomong karena bingung... :p ), juga tidak terlalu banyak ( misal: diminta bicara 10 menit, jadinya 30 menit... ).

Content juga bicara APA tujuan kita memberikan presentasi, apakah hanya sekedar sharing, menyampaikan pengetahuan, atau memberikan inspirasi ke orang lain ( So, sebelum bicara luangkan waktu untuk benar-benar memikirkan APA tujuan kita memberikan presentasi.... )

Dari sisi Content juga bisa terungkap apakah seorang presenter sungguh-sungguh menguasai materinya, atau hanya sekedar setengah-setengah menguasainya.

Yang jelas, presentasi tidak sekedar bicara di depan umum, tetapi juga bicara dengan penguasaan content yang tinggi.

Begitulah tentang content. .

Lalu, apa itu Competence ? Apa bedanya Content dengan Competence ?

Ibaratnya belajar bela diri, content itu tenaga, competence itu jurus-jurusnya. Lebih penting mana content dengan competence ? Menurut saya, dua-duanya penting sih. Punya tenaga gak punya jurus, gak bisa berbuat banyak. Punya jurus gak punya tenaga, jadinya kurang nonjok juga.

Competence adalah kemampuan kita untuk men-deliver sebuah materi. 

Delivery materi ini bisa macam-macam bentuknya. Bisa story telling, lecturing, curhat, ngobrol biasa, fasilitasi diskusi, membahas studi kasus, dsb.

Kalo cuma begitu gampang dong ?

Yah, bisa gampang, bisa enggak. 

Maksudnya, kita harus tahu persis mana materi yang bisa di-deliver dengan story telling, dan mana yang bisa di-deliver dengan  lecturing, dll. Jadi, sebelum presentasi kita harus memastikan dengan cara apa materi ini akan disampaikan.

Pastinya, sama dengan ahli beladiri, semakin banyak jurus yg dia kuasai dia akan semakin "sakti". Bagi presenter, semakin banyak kemampuan delivery yg dia kuasai dia akan semakin "sakti". 

Dalam hal yg lebih "sederhana", competence meliputi juga postur tubuh presenter saat bicara, kostum yg dipakai, keras tidaknya suara, semangat tidaknya presenter, dll.

C yang ketiga adalah Context.

Masih dengan ilustrasi ahli beladiri, selain kudu kuat di tenaga ( Content ), dan jago di jurus ( Competence ), seorang ahli beladiri harus cepat membaca situasi dan lawan yang dihadapi. Kalo lawan tubuhnya kecil, bisa langsung ditendang atau ditonjok. Tapi kalo lawan badan dan tenaganya lebih gede, pastinya lebih cocok buat dibanting. Memaksakan untuk adu tenaga akan sia-sia, bisa-bisa malah mendatangkan nestapa...

Begitulah kira-kira Context.

Kemampuan untuk "membaca" dan "menghubungkan", bahkan "menghubung-hubungkan" antara diri kita sebagai presenter, audiens, materi yang kita sampaikan dan situasi di sekitarnya. 

3  C, Content, Competence, dan Context, bisa membantu kita membuat presentasi yang hebat !

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.