^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

I AM PLAYING, NOT WORKING

Minggu, di sebuah mall di Jakarta. Anak-anak itu riuh bermain di kolam bola tempat permainan anak. Mereka berlarian, berlompatan, dan saling melempar bola satu sama lain. Sesekali, satu dua anak terjatuh kemudian

Ketika Menyumbang, Saya Merasa Damai dan Bahagia

Adalah Chen Shu-Chu, yang pada bulan Maret 2010 ditetapkan oleh majalah Forbes sebagai salah satu dari 48 dermawan hebat dari Asia Pasifik.April 2010, majalah Time memilihnya sebagai 100 orang paling berpengaruh di tahun 2010. Chen menyumbang NT$10.000.000 (sekitar tiga milyar rupiah) ke berbagai program amal, sekolah, panti asuhan, dan anak-anak miskin.

Siapakah Chen Shu-Chu?

Manusia Beruntung

Apa pendapat Anda tentang nasib baik?”, tanya seorang peserta seminar kepada saya.

“Bukankah memang ada orang yang selalu bernasib baik? Selalu penuh dengan keberuntungan ?”, tanyanya lagi dengan penuh semangat.

Biasanya, pertanyaan seperti ini saya jawab dengan cerita tentang teman saya, Jose.

Jose drop out dari SMA tempat dia menuntut ilmu. Dua kali tidak naik kelas membuat pihak sekolah memintanya untuk “mengundurkan diri”. Bila teman-temannya yang lain PHK di tempat kerja, Jose sudah PHK duluan saat dia bersekolah.

Bangun !

Minggu pagi. Masih setengah sadar dan mengucek sebelah mata. Terdengar suara di sekitar. Tetangga sebelah kiri rumah sudah bangun pagi. Yah, mereka rajin sekali bangun pagi untuk memulai hari.

Tidak gampang untuk punya kebiasaan bangun pagi. Selalu ada alasan untuk tidak melakukannya. Mulai dari tidur malam di hari sebelumnya, tidur yang belum tuntas, butuh istirahat lebih, dan berjuta alasan lainnya.

KHAWATIR

Salah satu sahabat saya, Herry, mempunyai kebiasaan buruk yang membuat kami semua, teman-temannya, enggan bertegur sapa atau bekerja sama dengannya. Dia senang sekali mengkhawatirkan segala sesuatu yang akan dihadapinya. Dia gampang sekali ber-negatif thinking dengan dunia sekitarnya. Entah dalam hal pekerjaan, tugas, atasan, ataupun teman-teman barunya.

Bila ada tugas baru, dia selalu berkomentar, ”Jangan-jangan atasan kita nggak sanggup mengerjakan nih, terus tugasnya dilempar ke kita.”

Bila suatu saat ada pergantian atasan, maka dialah orang pertama yang berujar,”Gak enaklah, kalo gonta-ganti atasan seperti ini.”

KESADARAN DIRI

Seorang murid Zen, bernama Tenno, setelah berguru selama 10 tahun, kemudian menjadi pengajar Zen. Suatu hari, dia mengunjungi gurunya, Nan-in. Karena waktu itu hari sedang hujan, Tenno memakai sandal dan membawa payung.

Saat Tenno masuk, Nan-in berkata kepadanya, “Saat engkau datang ke sini, engkau membawa sandal dan payung, bukan? Ingatkah engkau, sandalmu kau letakkan di samping kiri payung atau di samping kanannya?”

Tenno tidak dapat menjawab. Dia tidak ingat letak sandalnya. Dia langsung memahami bahwa dirinya belum mampu melatih kesadarannya. Akhirnya, dia kembali menjadi murid Nan-in dan belajar 10 tahun lagi untuk melatih kesadaran tanpa henti.

Cerita singkat dari buku "Burung Berkicau" karya Pater Anthony de Mello di atas menunjukkan

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.