^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

PERSEPSI

Persepsi yang sudah ada di kepala kita akan menentukan perilaku yang akan kita jalankan. Seringkali, untuk menciptakan kebiasan-kebiasaan baru, kita terlalu fokus hanya pada perubahan perilaku. Padahal, jauh lebih efektif kalau kita fokus pada perubahan persepsi. Berfokus pada perubahan perilaku, hanya akan menciptakan perubahan-perubahan sementara. Sedangkan bila berfokus pada perubahan persepsi akan menciptakan perubahan yang bersifat tetap.

Simaklah ilustrasi berikut :

ENJOY YOUR WORK 2

Kadang-kadang, di kantor kita merasa mendapat beban kerja yang berlebih atau overload. Macam-macam bentuk overload ini. Bisa karena kuantitas pekerjaan yang bejibun banyaknya, bisa juga karena kualitas pekerjaan yang meningkat. Dua-duanya bisa membuat enjoy kita dalam bekerja berkurang.

Bila overload terjadi karena kuantitas pekerjaan, mau tidak mau kita harus mulai memilah-milah dan menetapkan

ENJOY YOUR WORK

Apa yang Anda rasakan saat akan berangkat kerja di Senin pagi? Malas, ogah-ogahan, biasa saja, atau penuh antusias? Kalau sebagian besar perasaan yang Anda miliki di Senin pagi adalah malas atau ogah-ogahan, wah, berarti Anda harus menata ulang seluruh hidup Anda untuk bisa lebih menikmati kerja. Bukan hal yang gampang, karena itu berarti Anda harus mengubah keseluruhan mindset dan perilaku Anda tentang kerja.

Kalau Anda merasa “biasa saja” di Senin pagi, well, mungkin seolah-olah tidak ada masalah berarti buat Anda, tetapi,

OSEOLA MCCARTY

Buku “Giving” karya Bill Clinton memberi saya perspektif baru tentang arti “memberi”. Ternyata, ada banyak sekali cakupan tentang arti giving. Giving bukan saja berarti memberi uang atau barang, tetapi juga memberi ketrampilan dan pengetahuan yang kita miliki. Giving juga memiliki dampak signifikan yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.

Fokus dan Disiplin

Bila saya diminta untuk memilih dua kata yang menentukan keberhasilan seseorang dalam hidupnya, maka saya akan memilih : fokus dan disiplin.

Mengapa memilih "fokus"?

Karena buat saya, fokus pada satu sasaran (kalau fokus ke 100 sasaran namanya bukan fokus dunk... hehehe) membuat semua pikiran, emosi, energi, dan kekuatan saya dapat saya tujukan secara maksimal ke sasaran tersebut. Ibarat laser, yang dengan kemampuannya untuk mengumpulkan sinar, dapat memotong bilah baja yang tebal.

Mengapa memilih "disiplin"?

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.