^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Ujian Sebuah Keyakinan

Seringkali, keyakinan kita akan suatu hal diuji oleh peristiwa sehari-hari. Pada saat kita merasa yakin akan sesuatu hal, dan kepada semua orang kita menunjukkan keyakinan tersebut, saat itulah ujian datang menghampiri kita.

Saya mengalami ujian tersebut kemarin.

Sore kemarin cuaca sangat gelap. Hitam pekatnya hari diiringi dengan hujan yang setia mengguyur jalanan tol Cikampek hingga Jagorawi. Melaju dari Cikarang, saya bermaksud balik ke Bogor.

Melaju menembus hujan, akhirnya sampailah saya di pintu tol Bogor. Mobil saya antri untuk membayar tiket tol. Ada tiga mobil di depan saya.

Menjadi Sabar

“Mas, bagaimana caranya supaya saya bisa menjadi orang sabar?”, tanya seorang teman tiba-tiba kepada saya. Saya terkejut dengan pertanyaan tersebut. Lebih-lebih setelah teman tersebut menilai saya adalah role model yang tepat untuk sosok penyabar yang ada di kantor. 

Usut punya usut, teman tersebut ternyata mendapat info dari teman yang lain bagaimana saya dengan penuh kesabaran meladeni keluh kesah dan curhatan teman yang lain itu.

Awalnya, saya cuma tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tetapi setelah bolak-balik didesak dan diteror dengan pertanyaan serupa, saya mencoba menjawab sebisa saya.

CORE VALUE

Untuk memberikan panduan bagi karyawannya, beberapa perusahan menetapkan pedoman atau nilai-nilai yang harus diikuti oleh setiap karyawannya. Dengan pedoman ataupun nilai itu, karyawan memperoleh kejelasan bagaiamana mereka harus bersikap atau berperilaku dalam pekerjaan sehari-hari.

Seperti halnya perusahaan, kitapun bisa memiliki pedoman atau nilai yang memandu langkah kita dalam kehidupan.

Saya sendiri memilih CORE

Talent and Passion

“Saya gak punya pengalaman mengajar”, ungkap salah seorang peserta Training for Trainers minggu kemarin. Saat didesak dengan pertanyaan “Benarkah Anda tidak punya pengalaman mengajar ? Benarkah Anda sama sekali tidak punya pengalaman mengajar seumur hidup Anda ?” Beberapa peserta mulai berpikir.

Satu orang peserta angkat bicara, ”Saya pernah mengajar anak saya menggambar”. Yang lain menyusul bicara, ”Saya mengajar anak saya membaca”, ”Saya mengajar staf baru di kantor”, ”Saya mengajar dalam bentuk memberikan contoh tidak terlambat datang ke kantor”, dan seterusnya.

Menjadi Sabar ( 2 )

Kepada siapa kita menjadi gampang untuk tidak sabar? Kepada siapa kita cenderung mudah meledak-ledak secara emosional?

Setiap kita bisa jadi punya jawaban tersendiri. Pengalaman bercerita bahwa saya lebih gampang untuk tidak sabar terhadap mereka yang mempunyai status sosial atau posisi “lebih rendah” daripada saya.

Saya gampang sekali marah terhadap office boy di kantor saat dia melakukan sedikit kesalahan. Marah sama atasan?

Menabrak Prinsip

Ilustrasi tentang kapten kapal perang yang berdialog dengan prajurit yang menjaga mercusuar dalam video 7th Habits of Highly Effective People selalu menarik hati saya. Meski bolak balik saya sudah menontonnya, saya tetap merasa kagum dengan kemampuan Stephen Covey dalam menjabarkan apa yang dia sebut sebagai “prinsip”.

Ilustrasi yang dibawakan oleh Covey ingin menunjukkan bahwa prinsip kehidupan ibaratnya sebuah mercusuar. Siapapun yang hendak melawan mercusuar, meski kapal induk atau kapal perang sekali, akan melakukan hal yang konyol dan sia-sia.

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.