^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Christiano Ronaldo Ngambek

Seorang peserta pelatihan bertanya kepada saya, “Pak, berapa kali lagi saya harus berusaha keras dalam hidup ini hingga saya mencapai sukses ?”

Kemudian peserta tersebut menceritakan bagaimana perjuangan yang sudah dia lakukan untuk mencapai posisi diinginkan di perusahaannya. Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun, ternyata hasilnya tak juga dia dapatkan.

Jujur, pertanyaan itu tidak gampang dijawab. Kalaupun mau diukur atau “distandarkan”, ukurannya menjadi sangat relatif. Bisa berbeda-beda satu orang dengan yang lain. Berbeda juga untuk sukses yang satu atau sukses yang lain.

Hanya saja, saya membayangkan seorang Christiano Ronaldo atau CR 7,

Wake Up Call

“Besok pagi seperti biasa, ya, Mas”, pinta saya kepada petugas hotel.

“Baik, Pak. Wake up call jam lima pagi, khan ?”, tanya si petugas.

“Yes, Mas. Terima kasih.”

“Sama-sama, Pak.”

Petugas hotel tersebut sudah memahami keinginan saya untuk bangun selambat-lambatnya jam lima pagi. Di jam tersebut, dia akan menggunakan wake up call untuk membangunkan saya. Sebenarnya, bila saya memang sudah berniat untuk bangun selambat-lambatnya jam lima pagi, sekitar setengah lima saya sudah terbangun. Tetapi

Develop Your Potential

Film science fiction “Lucy” besutan sutradara Luc Besson, yang dirilis bulan Juli 2014 kemarin memberi pelajaran menarik bagaimana seseorang dapat terus meningkatkan kapasitas dirinya. Film ini mengambil gagasan bagaimana dalam kehidupannya orang hanya memanfaatkan kurang dari 10% kemampuan pikirannya, bahkan sebagian besar orang kurang dari 5%.

Diceritakan dalam film tersebut seseorang yang mampu memaksimalkan kemampuan pikirannya di atas 10%, kemudian 20%, berlanjut ke 50%, hingga akhirnya mencapai 100 % ! Kemampuan seorang Lucy,

Berdayakan Peta Pikiran Kita

Penemuan-penemuan di sepanjang abad selalu diawali dengan usaha untuk meluaskan peta pikiran yang sudah dimiliki oleh seseorang. Tak terhitung banyaknya orang-orang yang menutup peta pikiran yang dipunyainya dari ide-ide dan gagasan baru. Mereka menganggap bahwa dunia internal yang sudah menempel di pikirannya adalah sesuatu yang mutlak benar untuk sekarang dan selamanya. Mereka menjadikan dunia internalnya sebagai kebenaran yang absolut.

Tahun 170 M, Ptolemeus mengungkap gagasan bahwa bumi adalah pusat alam semesta.

Tumbuh dan Berbuah

Kalau Anda ditanya, “Bagaimana Anda memandang kehidupan ?” Apa jawaban Anda ?

Beberapa teman mengatakan “hidup adalah perjuangan”. Mereka menghayati setiap jengkal pengalaman dan peristiwa yang mereka alami dalam kehidupan sebagai fase-fase perjuangan. Untuk bisa hidup lebih baik, kita perlu berjuang mati-matian. Begitu ujar mereka.

Teman yang lain melihat “hidup adalah keindahan”. Di setiap sisi kehidupan yang

Duniaku, atau Duniamu ?

Saat Anda mendengar kata “fisika”, apa yang ada di pikiran Anda ?

Susah, ruwet, membingungkan, gurunya galak, atau hal-hal yang semacamnya .... ?

Atau malah sebaliknya : asyik, seru, menyenangkan, oke banget ..... ?

Bagi yang memberikan jawaban pertama, saya berasumsi bahwa Anda bukanlah seorang penikmat ilmu fisika. Anda belum pernah bisa menikmati ilmu fisika. Bisa jadi,

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.