^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Wake Up Call

“Besok pagi seperti biasa, ya, Mas”, pinta saya kepada petugas hotel.

“Baik, Pak. Wake up call jam lima pagi, khan ?”, tanya si petugas.

“Yes, Mas. Terima kasih.”

“Sama-sama, Pak.”

Petugas hotel tersebut sudah memahami keinginan saya untuk bangun selambat-lambatnya jam lima pagi. Di jam tersebut, dia akan menggunakan wake up call untuk membangunkan saya. Sebenarnya, bila saya memang sudah berniat untuk bangun selambat-lambatnya jam lima pagi, sekitar setengah lima saya sudah terbangun. Tetapi

bila kondisi saya terlalu capek, kadang-kadang saya membutuhkan bantuan petugas hotel untuk melakukan wake up call

Sama seperti saat di rumah sendiri, saat melakukan kegiatan di luar kota, dimana pun itu, saya tidak ingin melewatkan terbitnya matahari pagi. Saya tidak ingin melewatkan segarnya udara pagi hari di kota tersebut.  Jogging di pagi hari, menjadi kegiatan menarik yang saya jalani. Olah raga pagi sambil melihat aktifitas pagi di sekelumit bagian kota yang saya singgahi. Wake up call membantu saya menjalani semua aktifitas ini.

Untuk beberapa teman yang mengalami kesulitan bangun pagi, mereka sangat terbantu dengan wake up call. Lebih-lebih, bila aktifitas penting yang akan mereka jalani akan dimulai di pagi hari itu juga. Meski demikian, saya kadang-kadang bingung juga dengan permintaan wake up call beberapa teman. Mereka minta dibangunkan jam 08.00 atau 09.00 pagi. Ah, bukankah jam 08.00 atau 09.00 sudah masuk kategori siang hari ya ? Ngapain juga di wake up call... Smile

Wake up call membuat kita sadar bahwa hari sudah beranjak siang. Wake up call mengajak kita untuk cepat-cepat bangun karena ada setumpuk kegiatan yang akan kita jalani. Wake up call juga membuat kita tidak kehilangan momen-momen indah yang ingin kita nikmati. Tanpa wake up call kita akan kehilangan momen tersebut. Kita akan kehilangan kesempatan yang datang.

Hidup kita pun perlu wake up call. Lebih-lebih bila kita sering “tertidur lama” dalam hidup ini.

Lho, kapan kita tertidur lama dalam hidup ini ?

Tertidur lama kita jalani saat kita tidak sadar dengan hidup yang kita jalani. Ketika hidup kita mengalir begitu saja, tanpa kita tahu alirannya menuju ke mana. Saat kegiatan yang kita jalani  hanya mengikuti trend sesaat, ikut kata teman atau tetangga. Ketika kita kehilangan kesempatan-kesempatan emas dalam hidup kita. Saat kita tidak menggunakan semua potensi dalam diri kita sepenuh-penuhnya.

Itulah saat kita tertidur dalam kehidupan.

Seorang teman yang bekerja di perusahaan otomotif mengatakan, “Harusnya, sepuluh tahun yang lalu saya sudah pindah ke perusahaan lain yang lebih mampu mengembangkan diri saya...”

Teman yang lain, yang bekerja di perusahaan manufaktur mengungkapkan, “Ini bukan bidang yang saya inginkan. Sudah lama saya ingin bekerja di bidang yang lain...”

Seorang mahasiswa, yang baru saja lulus dari kuliah, ketika ditanya ingin bekerja di mana atau ingin bekerja sebagai apa menjawab, “Itu dia. Saya belum tahu ingin ke mana. Atau ingin menjadi apa...”

Dengan tertidur, kita menyimpan semua potensi yang kita miliki. Bahkan, kita mengubur seluruh potensi itu. Kita tidak mengembangkan potensi yang kita punyai. Ibarat mempunyai lembar-lembar uang kertas sebanyak Rp 10 juta, kita menyimpannya di bawah kasur tempat kita tidur. Uang itu kita simpan terus selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hingga akhirnya, lima tahun kemudian, sepuluh tahun kemudian, semua uang kertas itu rusak dan hancur berantakan.

Kalau Anda mempunyai uang sebanyak Rp 10 juta, apa yang akan Anda lakukan ?

Menyimpannya di bawah bantal ? Menguburnya ke dalam tanah ? Menaruh semua uangnya di bank ? Memakainya sebagai modal usaha ?   Menginvestasikannya ?

Dari uang Rp 10 juta tersebut, berapa banyak hasil usaha yang ingin Anda dapatkan ? Nol rupiah ? Rp 10 juta juga ? Rp 20 juta ? Rp 100 juta ?

Berapa lama Anda ingin Rp 10 juta itu berkembang ? Setahun ? Dua tahun ? Lima tahun ? Sepuluh tahun lagi ?

Dan sebelum Anda menjawab semua pertanyaan itu, berapa besar sebenarnya potensi yang Anda miliki dalam hidup ini bila dirupiahkan ? Hanya Rp 10 juta ? Rp 100 juta ? Rp 1 milyar ? Rp 10 milyar ? Rp 100 milyar  ? Atau tak terhingga ?

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.