^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

KEPUTUSAN : PENGUBAH JALAN HIDUP

Jalan panjang personal mastery diawali dengan satu kata singkat : keputusan.  Keputusan yang akan mengubah jalan hidup Anda. Keputusan yang akan membuat hidup Anda berubah bumi dan langit daripada hidup sebelumnya. Keputusan yang akan menjadikan hidup Anda melaju kencang atau berhenti di tengah jalan. Keputusan yang akan membuat Anda menikmati hidup ini atau menderita selamanya.

Pikirkanlah sejenak masa kecil Anda. Saat Anda masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Apa saja yang Anda lakukan saat itu? Siapa orang-orang di sekitar Anda? Siapa yang menjadi teman-teman Anda? Apa saja yang Anda impikan saat itu?

 

Sekarang, bergeserlah sejenak ke kehidupan Anda sepuluh tahun lalu. Di mana Anda saat itu? Apa saja yang Anda lakukan saat itu? Siapa orang-orang di sekitar Anda? Apa saja yang Anda impikan saat itu?

Sepuluh tahun adalah waktu yang sangat cepat, bukan?

Tanpa kita sadari, waktu berjalan terus. Waktu berubah.

Apakah hidup Anda sudah berubah juga? Apa perubahan yang terjadi seperti yang Anda inginkan? Atau masih jauh sekali dari harapan dan keinginan Anda?

Apapun masa lalu Anda, kabar baiknya adalah Anda masih bisa merancang kehidupan Anda sepuluh tahun ke depan. Anda dapat menjadi desainer dari kehidupan Anda di masa depan.

Berhenti sejenak. Pikirkan kehidupan Anda sepuluh tahun ke depan. Di mana Anda pada saat itu? Hal-hal apa saja yang Anda kerjakan? Prestasi apa yang sudah Anda buat? Kontribusi apa yang sudah Anda berikan kepada dunia ? Siapa orang-orang di sekitar Anda?

Pikirkan juga :

  • Apa yang dapat saya lakukan mulai hari ini sehingga sepuluh tahun lagi saya dapat mencapai impian?
  • Apa langkah pertama yang dapat saya jalankan mulai hari ini?
  • Bagaimana saya menjalani hidup saya di hari ini, untuk dapat mencapai hidup yang saya inginkan sepuluh tahun lagi?

 

Seorang sahabat yang bernama Anto, menceritakan kepada saya keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Anto lulusan SMA, dan dengan ketekunannya yang luar biasa dia dapat diterima sebagai karyawan tetap di dan berprestasi di salah satu perusahaan multi nasional. Tetapi, untuk dapat naik menjadi seorang manager, perusahaan meminta Anto mempunyai pendidikan minimal S1.

“Ndra, menurutmu aku melanjutkan S1 nggak ya ?” tanya Anto kepada saya.

“Menurutmu sendiri gimana ?” tanya balik saya.

“Aku ada uang, dan yakin bisa menyelesaikan S1, tapi waktu 4 sampai 5 tahun untuk sekolah lagi rasanya terlalu lama....”

“Anto, 4 atau 5 tahun lagi pasti akan datang, entah kamu S1 atau tidak, entah kamu manager atau tidak. Pertanyaannya  sekarang : kamu mau jadi apa 5 tahun lagi?”

 

Waktu memang merupakan sumber daya yang unik. Dalam beberapa hal, waktu lebih berharga daripada uang. Bila kehilangan uang, uang masih dapat dicari. Namun bila kehilangan waktu, dia tidak dapat lagi dicari. Uang dapat disimpan. Tetapi waktu tidak dapat disimpan. Entah kita berjalan atau berhenti, waktu terus saja berjalan. Waktu tidak menunggu kita

Uang dapat dikembangbiakkan. Sehingga menjadi 2 kali lipat lebih banyak, 5 kali lipat lebih banyak, bahkan 10 kali lipat. Waktu tidak dapat dikembangbiakkan. Waktu hanya terdiri dari 30 hari dalam sebulan, 7 hari dalam seminggu, dan 24 jam dalam sehari. Semua orang, apapun jabatannya, entah presiden, manajer, pegawai, atau office boy sekalipun, mempunyai jumlah waktu yang sama.  

Waktu tidak akan menunggu Anda. Dan Anda pun tidak perlu menunggunya.

 

Keputusan Andalah, yang menentukan apakah Anda menguasai waktu, atau waktu yang menguasai Anda.

 

Sebenarnya, setiap hari kita membuat keputusan-keputusan di dalam hidup kita. Saat Anda masih setengah mengantuk dan dibangunkan oleh jam weker atau alarm Anda, Anda mulai membuat keputusan. Entah keputusan untuk tidur lagi, atau keputusan untuk bangun dari tidur. Ketika Anda akan berangkat kerja, Anda memutuskan busana apa yang akan Anda pakai. Anda memutuskan siapa orang yang akan Anda temui hari itu.

Sering kali, kita tidak mengambil keputusan dalam hidup ini namun hanya mengikuti kebiasaan-kebiasaan dan “standar” yang ada di sekitar kita. Sering kali, hal-hal konyol menyertai kebiasaan tersebut :

  • Saya lewat jalan yang sama ke kantor setiap hari tanpa tahu persis mengapa saya memilih melewati jalan itu.
  • Saya makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, padahal kita baru saja “makan pagi” jam 11 siang.
  • Saya melakukan hal yang sama di kantor selama bertahun-tahun, karena itulah yang dilakukan di kantor ini selama bertahun-tahun lamanya.
  • Saya orangnya pemarah karena dari sono nya saya pemarah.

Demikianlah hidup kita dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang ada dan standar di sekitar kita. Padahal, kita punya kekuatan untuk mengubah atau mengganti kebiasaan-kebiasaan tersebut. Kita punya kekuatan untuk mengganti bahkan menaikkan standar yang selama ini ada.

Dan kekuatan itu berawal dari keputusan-keputusan yang kita buat. 

Sekedar buat latihan kecil, mungkin bagus, saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Anda bertanya kepada diri sendiri, “Jam ini saya memutuskan untuk lapar atau memutuskan untuk masih kenyang ya....”

Bila latihan-latihan kecil seperti itu sudah sering Anda jalankan, Anda boleh memulai latihan dalam lingkup yang lebih kompleks dan menantang. Dalam pekerjaan, misalnya. Anda boleh bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya memutuskan untuk mengikuti kebiasaan lama di tempat ini yang terbukti kurang produktif, atau saya memutuskan untuk menciptakan kebiasaan baru yang berpeluang menghasilkan produktifitas lebih tinggi ?”

Di luar sana banyak orang mengatakan situasi yang membentuk hidup mereka. Situasi jalan yang macet, yang membuat mereka jengkel. Atasan saya yang kasar, yang membuat saya marah kepadanya. Pekerjaan saya banyak dan dikejar dead line, yang membuat saya panik.

Sebenarnya, keputusan kitalah yang membentuk hidup kita. Saat situasi jalan macet, kita bisa mengambil keputusan untuk jengkel atau menikmati kemacetan jalan sambil mendengarkan musik. Ketika atasan saya kasar, kita bisa memutuskan untuk marah atau menghindar sementara dari dia. Saat pekerjaan saya banyak, kita pun bisa memutuskan menjadi panik dan membuat segalanya berantakan, atau tetap tenang dan menyelesaikan semuanya satu per satu.

Dalam bukunya “Awaken The Giant Within”, Anthony Robbins mengatakan : your decision, not your condition, determine your life. Keputusan Andalah yang menentukan hidup Anda, bukan situasinya. Bergantung kepada situasi hanya akan membuat hidup kita frustasi. Kita tidak selalu dapat mengontrol situasi yang ada. Selalu saja ada hal-hal yang berada di luar kontrol kita.

Saat situasinya tidak menyenangkan bagi kita, setidaknya ada tiga alternatif keputusan yang dapat Anda lakukan :

  • Anda mengubah situasinya
  • Anda menghindari situasinya
  • Anda menerima situasinya

Mari kita bicarakan alternatif keputusan yang pertama, Anda memutuskan untuk mengubah situasinya. Tentu saja, hal ini dapat Anda jalankan saat situasi tersebut berada dalam kontrol Anda. Namun seperti yang kita tahu, banyak sekali hal-hal yang berada di luar kontrol kita. Situasi ekonomi, lingkungan sekitar, atasan, teman-teman, bahkan anggota keluarga kita pun dalam beberapa hal berada di luar kontrol kita.

Dalam alternatif keputusan yang kedua, Anda memutuskan untuk menghindari situasinya. Anda menghindar dari situasi yang ada dan pindah ke situasi yang baru. Problemnya adalah Anda tidak tidak selalu dapat menghindari situasi yang ada. Lingkungan yang tidak cocok dengan Anda dapat Anda hindari. Teman yang tidak sesuai nilai-nilainya dengan Anda dapat Anda hindari. Tetapi saudara yang tidak cocok dengan Anda, masak Anda akan hindari ? Atasan, kebijakan perusahaan, permintaan dari klien, masak Anda akan hindari terus-menerus dan selamanya ?

Saat Anda tidak bisa mengubah situasinya dan tidak bisa menghindarinya, Anda bisa mengambil alternatif keputusan yang ketiga.

Alternatif keputusan yang ketiga, Anda memutuskan untuk menerima situasinya dan mengambil langkah terbaik dengan situasi yang ada. Untuk menjalankan alternatif ketiga ini, Anda bisa bertanya kepada diri sendiri :

  • Dengan situasi yang ada, langkah terbaik apa yang bisa saya lakukan ?
  • Dengan situasi seperti ini, bagaimana saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berkualitas ?

Stephen R. Covey, guru manajemen dan pengembangan diri, mengajarkan ada dua situasi dalam setiap hidup kita. Bila situasi itu diibaratkan dengan lingkaran, maka ada dua lingkaran dalam kehidupan kita. Yang pertama adalah lingkaran kepedulian, yaitu situasi dimana kita dapat mempedulikannya tetapi tidak dapat berbuat apa-apa kepadanya. Yang kedua adalah lingkaran pengaruh, yaitu situasi dimana kita dapat melakukan banyak hal kepadanya.

Orang-orang proaktif, demikian lanjut Stephen R. Covey, berfokus pada lingkaran pengaruh. Mereka memusatkan perhatian kepada hal-hal yang dapat mereka lakukan. Mereka tidak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak dapat mereka lakukan.

Fransiskus Asissi, pertapa dan pujangga Italia, mengajarkan sebuah doa yang sangat powerfull saat kita menghadapi situasi-situasi yang menantang :

Tuhan, berilah aku kemampuan untuk mengubah hal-hal yang dapat aku ubah

Berilah aku kekuatan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat aku ubah

Dan berilah aku kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan antara keduanya

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.