^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

CORE VALUE

Untuk memberikan panduan bagi karyawannya, beberapa perusahan menetapkan pedoman atau nilai-nilai yang harus diikuti oleh setiap karyawannya. Dengan pedoman ataupun nilai itu, karyawan memperoleh kejelasan bagaiamana mereka harus bersikap atau berperilaku dalam pekerjaan sehari-hari.

Seperti halnya perusahaan, kitapun bisa memiliki pedoman atau nilai yang memandu langkah kita dalam kehidupan.

Saya sendiri memilih CORE

sebagai pedoman atau nilai dasar untuk pengembangan diri saya.

Mengapa CORE ?

Secara harafiah CORE berarti inti atau pusat segala sesuatu. Buat saya, CORE menjadi inti dalam hidup sehari-hari. CORE merupakan akronim dari :

C : Contribution ( Kontribusi )
O : Open-minded ( Pikiran terbuka )
R : Results-oriented ( Berorientasi hasil )
E : Expand yourself ( Kembangkan diri Anda )

Contribution
Contribution sengaja saya pilih sebagai nilai dasar yang pertama. Buat saya, contribution merupakan wujud nyata sebuah pelayanan dan bakti kepada orang lain. Dengan adanya sense of contribution, saya terpicu dan terpacu untuk memberi lebih kepada pihak lain. Sense of contribution membuat saya tergerak untuk melangkah, melakukan aksi nyata, yang memberikan added value untuk lingkungan di sekitar saya. Fokus contribution saya adalah pada lingkungan yang bersentuhan langsung dengan diri saya. Keluarga saya, perusahaan tempat saya bekerja, dan masyarakat adalah fokus contribution saya.

Open-minded
Open-minded buat saya bermakna beberapa hal. Yang pertama, dengan open-minded berarti saya berani terbuka terhadap hal-hal baru dan tantangan baru yang muncul di depan saya. Saya menerima, bahkan mencari, tantangan baru, karena saya percaya dengan tantangan baru saya dapat meningkatkan pengembangan diri saya ke tingkat yang lebih baik.

Yang kedua, dengan open-minded saya tak henti-hentinya mencari cara dan inovasi baru untuk memecahkan masalah yang saya hadapi, baik itu masalah yang berkaitan dengan profesionalisme maupun pribadi. Saya percaya dengan adagium “masalah-masalah baru hanya dapat diselesaikan dengan cara-cara baru”.

Yang ketiga, open-minded berarti saya terbuka terhadap orang-orang baru yang saya temui. Terbuka terhadap orang baru berarti juga saya terbuka terhadap pendapatnya, idenya, gagasannya, maupun umpan balik yang diberikan kepada saya. Saya percaya, pada hakekatnya saya bisa belajar di manapun dan dengan siapapun yang saya temui sehari-hari. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diungkap oleh Socrates, filsuf Yunani, “Dengan siapapun setidaknya saya pasti bisa belajar satu hal tentang kehidupan”.

Results-oriented
Hidup dan kehidupan kita dibatasi oleh sang waktu. Pepatah bijak mengatakan “waktu tidak akan menungguku, karena itu aku tidak akan menunggunya”.

Sikap tidak menunggu waktu saya jabarkan dengan adanya target-target jelas yang saya susun dalam kehidupan saya. Ada target dua tahunan, target setahun, sampai target mingguan. Target tersebut saya uraikan dengan perencanaan kerja yang konkrit.

Adanya target membuat hidup saya lebih terarah dan terfokus. Energi saya tidak terbuang ke mana-mana. Kehidupan saya menjadi lebih efektif.

Dalam hal results-oriented, tantangan selanjutnya adalah merencanakan semua pekerjaan kita ( plan your work ) dan mengerjakan semua perencanaan kita ( work your plan ).

Expand yourself
Yang saya maksud dengan expand adalah usaha saya untuk terus menerus mengembangkan diri. Hanya dengan pengembangan dirilah, saya mewujudkan fungsi pertumbuhan dalam diri saya.

Setidaknya, ada empat area yang harus saya expand dalam diri saya. Yang pertama adalah area physical, dimana saya harus mengembangkan diri saya dalam kehidupan jasmani. Ini berhubungan erat dengan irama hidup saya sehari-hari. Pola kerja, pola istirahat, pola makan dan olahraga merupakan hal-hal yang harus saya perhatikan untuk area physical ini. Dengan memperhatikan empat pola tersebut, saya menuai kesehatan dan kebugaran yang dapat mendukung aktifitas sehari-hari.

Yang kedua adalah area mental. Expand dalam area ini berarti saya mengembangkan daya imajinasi dan segala sesuatu yang masuk dalam kepala saya. Saya memperhatikan informasi yang masuk di kepala saya dan memutuskan apakah informasi tersebut mau saya terima, saya olah dulu ataupun saya telan mentah-mentah. Dalam area mental ini, saya berkomitmen pada diri sendiri untuk membaca setidaknya 2 buku baru setiap bulan dan menulis 5 artikel setiap bulan. Saya percaya, dengan membaca dan menulis mental saya tumbuh menjadi lebih baik.

Area yang ketiga adalah area social. Di sini berarti saya memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar saya dan membina relasi yang sehat dengan mereka.

Area yang keempat adalah area spiritual. Bagaiamanapun, pengembangan diri dalam area physical, mental, social, menjadi percuma bila tidak didukung oleh pengembangan area spiritual. Bagi saya, spiritual erat kaitannya dengan bagaimana saya memaknai kehidupan dan menjawab pertanyaaan-pertanyaan dasar “Siapa saya?”, “Mengapa saya ada di dunia ini?”, dan “Apa tujuan saya ada di dunia ini?

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.