ENJOY YOUR WORK 2

Kadang-kadang, di kantor kita merasa mendapat beban kerja yang berlebih atau overload. Macam-macam bentuk overload ini. Bisa karena kuantitas pekerjaan yang bejibun banyaknya, bisa juga karena kualitas pekerjaan yang meningkat. Dua-duanya bisa membuat enjoy kita dalam bekerja berkurang.

Bila overload terjadi karena kuantitas pekerjaan, mau tidak mau kita harus mulai memilah-milah dan menetapkan

skala prioritas dalam bekerja. Tidak bisa semua pekerjaan kita tetapkan sama pentingnya. Kita harus berfokus pada high important areas dalam bekerja. Important areas tersebut kita tetapkan berdasarkan tugas utama kita di departemen tempat kita bekerja. Sesekali, kita berdiskusi dengan atasan untuk mengambil kesepakatan mana yang merupakan high important areas.

Bila overload terjadi karena kualitas pekerjaan, ambil saja sisi positifnya. Dengan kualitas pekerjaan yang semakin meningkat, kita juga bisa meningkatkan kualitas diri kita baik dalam hal knowledge maupun skill. Dengan kualitas diri yang meningkat, tambah ilmu tambah pengalaman, kita mempersiapkan diri untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Tidak adanya penghargaan kerja memang tidak mudah dihadapi. Lebih-lebih bila itu menimpa diri kita sendiri. Namun perlu dicatat, penghargaan kerja bisa datang dari dua sumber. Yang pertama sumber eksternal, atau sumber di luar diri kita. Ini bisa berupa jenjang karir, gaji, insentif, bonus, pujian, piagam penghargaan yang datang dari atasan atau perusahaan tempat kita bekerja.

Yang kedua, dan ini yang sering kita lupakan, penghargaan kerja juga bisa bersumber dari diri sendiri. Bagaimana kita memberikan semangat kepada diri sendiri, memberi pujian, memberi hadiah kecil saat mencapai prestasi kerja, merupakan model penghargaan kerja yang bersumber dari diri sendiri.

So, kita tidak perlu berlama-lama menunggu penghargaan kerja yang datang dari luar. Bersumber dari diri sendiri, kita bisa memompa semangat kerja kita. Lagi pula, ilmu, pengalaman, dan teman-teman yang kita dapatkan di tempat kerja, juga merupakan hal-hal positif yang kita dapatkan.

Perubahan yang tiba-tiba terjadi di tempat kerja merupakan hal yang acap kita hadapi. Mulai dari hal kecil, pergantian atasan, perubahan aturan atau kebijakan, hingga perubahan dalam budaya perusahaan.

Satu hal yang perlu kita tanamkan dalam diri, dimanapun kita bekerja perubahan selalu ada. Lebih-lebih di era hyper competition sekarang ini. Pasar cepat berubah, lingkungan bisnis berubah, sehingg semua perusahaan dituntut juga untuk bisa berubah dengan cepat. Jargon yang berlaku bukanlah ”yang kuat yang bakal menang” tetapi ”yang cepat, yang menang”.

Maka, yang bisa kita lakukan adalah menerima dan merangkul perubahan. Kita sadar kita butuh waktu untuk menerima perubahan. Tetapi yang jelas, kita mau menerima perubahan yang terjadi. 

Kehilangan makna biasa terjadi di tahun-tahun keempat atau kelima saat kita bekerja. Bila dulu pagi hari kita bersemangat sekali untuk bekerja, lama kelamaan semangat itu tidak sebesar dulu. Api semangat kita yang awalnya bernyala-nyala, lama kelamaan menjadi kecil, kemudian redup dan menghilang. Itulah saat dimana kita kehilangan makna dalam bekerja.

Makna kerja adalah sesuatu yang harus kita perjuangkan. Bila tidak, dia akan lenyap tak berbekas. Makna kerja harus kita hubungkan dengan misi hidup kita. ”Untuk apa saya bekerja”, ”untuk siapa saya bekerja”, ”apa pengaruh pekerjaanku bagi hidup orang lain”, adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus sering kita lontarkan. Tidak selalu jawabannya mudah kita dapatkan. Tetapi dengan selalu menanyakan hal-hal di atas, sedikit demi sedikit kita membaharui niat kita dalam bekerja.