OSEOLA MCCARTY

Buku “Giving” karya Bill Clinton memberi saya perspektif baru tentang arti “memberi”. Ternyata, ada banyak sekali cakupan tentang arti giving. Giving bukan saja berarti memberi uang atau barang, tetapi juga memberi ketrampilan dan pengetahuan yang kita miliki. Giving juga memiliki dampak signifikan yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.

Bila giving berarti pemberian dalam bentuk uang, kisah pemberian uang yang dilakukan oleh Oseola McArty menjadi sebuah inspiring story. Pribadi seorang McCarty benarlah merupakan contoh seseorang dengan tingkat selflesness tinggi. McCarty, perempuan kulit hitam yang tinggal di Mississipi, sejak kecil tinggal bersama bibinya. Kelas 6 McCarty keluar dari sekolah setelah bibinya jatuh sakit, tidak bisa beraktifitas dan membiayai sekolahnya. McCarty kemudian, seperti neneknya, menjalani pekerjaan sebagai buruh cuci. Seumur hidupnya ia menjalani profesi sebagai buruh cuci.

Tidak pernah memiliki mobil, setiap hari McCarty berjalan kaki menuju tempat kerjanya dengan mendorong kereta belanjaanya sepanjang satu mil . McCarty aktif terlibat dalam pelayanan di gerejanya.

Tahun 1995, dunia tersentak setelah mendengar bahwa McCarty berniat mendonasikan sebagian tabungannya kepada anak-anak kulit hitam yang bersekolah di The University of Southern Mississippi. Ternyata, tabungan yang dimilikinya berjumlah $ 150.000,00 !

Lewat bantuan pihak bank, McCarty meminta 60% tabungannya digunakan untuk Southern Mississsippi, 30% untuk saudara-saudaranya, dan 10% untuk gerejanya. Tidak pernah menikah dan tidak mempunyai anak, McCarty meninggal di tahun 1999 karena kanker di usia 87 tahun.

Dari seorang McCarty setidaknya kita bisa belajar dua hal. Yang pertama adalahcompassionnya untuk memberi kepada orang lain, meskipun dirinya sendiri berkekurangan. McCarty nyaris tidak memperhatikan kebutuhan dirinya sendiri. Yang dia pikirkan semata-mata kebutuhan orang lain. Hal kedua adalah ketekunannya untuk menabung lembar demi lembar setiap uang yang dia kumpulkan. Penghasilannya sebagai seorang buruh cuci tidak menghalanginya untuk terus berdisiplin dalam menabung.