^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

Pahami Kepuasaan Customer Anda

Apapun wujud bisnis Anda, alasan utama keberadaan bisnis Anda adalah adanya customer. Customerlah yang membuat perusahaan Anda eksis. Customerlah yang membuat perusahaan Anda terus bertumbuh.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk selalu memperhatikan kepuasan customer. Langkah pertama, yang merupakan langkah paling mudah untuk memperhatikan kepuasaan customer, adalah dengan menempatkan diri Anda sebagai customer. Lihatlah perusahaan Anda sebagaimana customer melihatnya. Rasakan perusahaan Anda sebagaimana customer merasakannya.

CUSTOMER FIRST

Percayakah Anda kalau saya katakan, sepanjang hari dalam hidup kita selalu bersentuhan dengan bisnis jasa ? Bahkan setiap saat, setiap menit, kita menyaksikan bisnis jasa bertebaran di mana-mana ?

Tidakkah begitu bangun pagi Anda langsung menyalakan radio di kamar Anda ? Atau menyalakan TV untuk sesegera mungkin melihat perkembangan gempa di Bengkulu ?Saat Anda keluar dari rumah untuk berangkat bekerja, tidakkah Anda melihat loper koran sedang mengirimkan koran di beberapa rumah yang merupakan pelanggannya ? Bisa jadi, Anda melihat juga tukang susu sedang mengirimkan susu di rumah pelanggannya. Tak ketinggalan juga, tukang roti setengah berteriak menawarkan rotinya sebagai pengganti sarapan pagi Anda.

ERA SERVICE

Di tahun 70-an, sebagian orang masih membedakan antara bisnis jasa dan bisnis manufaktur. Bank, hotel dan restoran disebut sebagai bisnis jasa. Pabrikan mobil, sepeda motor dan industri baja disebut sebagai bisnis manufaktur. Namun semenjak tahun 80-an, orang tidak lagi menarik garis tegas antara bisnis jasa dan bisnis manufaktur. Pabrikan mobil, sepeda motor, alat berat dan industri baja pun menyebut dirinya bergerak dalam bisnis jasa.

Perusahaan besar seperti IBM, dari awal berdiri sudah memproklamirkan dirinya sebagai perusahaan jasa. Bahkan, semboyannya berbunyi "IBM means service". Mengapa IBM tidak mengatakan bahwa dirinya adalah perusahaan berteknologi tinggi? Perusahaan hi-tech? Mengapa IBM lebih memilih kata "service" untuk menandai dirinya? Tampaknya, visi sebagai perusahaan jasa sudah ditanam jauh-jauh oleh para pendiri IBM.

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.