^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

CUSTOMER FIRST

Percayakah Anda kalau saya katakan, sepanjang hari dalam hidup kita selalu bersentuhan dengan bisnis jasa ? Bahkan setiap saat, setiap menit, kita menyaksikan bisnis jasa bertebaran di mana-mana ?

Tidakkah begitu bangun pagi Anda langsung menyalakan radio di kamar Anda ? Atau menyalakan TV untuk sesegera mungkin melihat perkembangan gempa di Bengkulu ?Saat Anda keluar dari rumah untuk berangkat bekerja, tidakkah Anda melihat loper koran sedang mengirimkan koran di beberapa rumah yang merupakan pelanggannya ? Bisa jadi, Anda melihat juga tukang susu sedang mengirimkan susu di rumah pelanggannya. Tak ketinggalan juga, tukang roti setengah berteriak menawarkan rotinya sebagai pengganti sarapan pagi Anda.

Bisa jadi, sebelum berangkat kerja Anda ditelpon oleh rekan kerja, atau atasan, atau customer untuk mengubah janji pertemuan. Begitu di jalan raya, tidakkah Anda melihat mikrolet, Koasi, Metromini, Kopaja, Kopami atau Koantas bersliweran di depan Anda ? Dan ada juga bajaj, bemo, juga kancil. Serta Mayasari Bakti, Bianglala, Agra Mas, atau bus transjakarta yang lebih akrab disebut busway.

Pastinya, di sekitar ruko di kantor Anda, ada rumah makan atau restoran. Atau sekedar warung tegal. Mungkin ada juga counter untuk sekedar beli pulsa telepon, atau wartel, atau bahkan warnet. Jangan dilupakan juga tempat foto copy, persewaan VCD, salon atau barber shop. Pastinya juga, saat akhir bulan Anda berbondong-bondong menuju ke bank, entah di kantor cabangnya atau sekedar di ATM nya bukan ?

Semua aktifitas di atas aktifitas bisnis jasa. Stasiun TV dan radio, serta surat kabar adalah jasa informasi. Telepon, wartel, dan warnet adalah jasa telekomunikasi. Metromini dan teman-temannya adalah jasa transportasi. Pendek kata, hampir setiap hari kita bersinggungan dengan bisnis jasa.

Sebenarnya, apa sih yang disebut bisnis jasa ?

Lovelock mendefinisikan jasa sebagai sesuatu yang kita berikan kepada orang atau pihak lain dan dengan itu kita menerima sejumlah keuntungan dari orang tersebut. Di bisnis jasa, kita harus memiliki pandangan bahwa customer adalah orang yang harus selalu kita hormati. Status seorang customer adalah sebagai “VVIP ( Very Very Important Person )”. Dalam sebuah protokoler kenegaraan, seorang tamu VVIP pasti akan mendapatkan layanan istimewa. Sebelum dia datang, maka taman di seluruh penjuru kota akan dirapikan, spanduk selamat datang dipasang di mana-mana, dan gadis-gadis penyambut berdandan rapi serta memberikan senyuman yang paling manis.

Sudahkah Anda mempersiapkan diri setiap hari untuk menyambut setiap customer yang datang ? Sudahkan Anda berdandan rapi dan memberikan senyuman yang paling manis kepada setiap customer ?

Robby Djohan, semasa masih menjabat sebagai direktur utama Garuda Indonesia, memberikan contoh bagus kepada anak buahnya bagaimana memperlakukan customernya. Suatu ketika di atas pesawat, saat menuju kamar kecil dia berbarengan dengan seorang bapak. Meski dalam posisi lebih di depan, sambil tersenyum Robby Djohan mundur dan mengatakan, ”Please, you are my customer “. Bagi seorang Robby Djohan, sikap customer first mutlak perlu diterapkan bukan saja di ujung bibir melainkan dalam langkah nyata.

Anda sendiri, sudahkah menerapkan prinsip customer first dalam pekerjaan Anda ? 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.