^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

FIND YOUR CALLING ?

“Saya mau resign, Pak. Pindah perusahaan. Calling saya bukan di sini...”

“Oo...gitu. Kenapa pindah ke perusahaan yang itu ?”

“Gajinya lebih gede, Pak....”

Oh, itu bukan Calling. Cari gaji atau penghasilan lebih gede, bukan pertanda Calling. Itu motivasinya masih Job.

Kalau cari kebebasan lebih besar bagi diri sendiri ?

APA YANG BERGERAK ?

Empat orang murid sedang sibuk membersihkan halaman rumah guru mereka. Melihat posisi bendera berkibar kencang, murid pertama mengatakan, “Angin sedang menggerakkan bendera.”

Murid kedua katakan, “Salah. Bendera sedang menggerakkan angin.”

“Angin yang bergerak lebih dahulu.”

“Bendera yang bergerak duluan.”

Demikianlah setengah hari murid pertama dan kedua berdebat. Tak tahan dengan perdebatan itu, murid ketiga mengatakan, “Bukan angin dan bukan bendera yang bergerak. Pikiran kalianlah yang bergerak. Pikiran kalian yang membuat kalian mengatakan angin atau bendera yang bergerak...”

Perdebatan bukannya selesai.

CALLING

Menurut Profesor Amy Wrzesniewski, Yale University, orientasi kerja seseorang bisa dibedakan jadi tiga : job, career, dan calling. Orientasi itu sekaligus jadi sumber motivasi bagi orang bersangkutan.

Job adalah orientasi kerja ketika imbalan jadi sumber motivasinya, baik imbalan materi maupun non materi. Karyawan yang bekerja demi gaji semata, pengusaha yang bekerja demi keuntungan semata, orientasi kerjanya adalah job.

SATU TETES AIR

Semasa hidupnya, saat mengawali “karir” bakti kemanusiannya di Kalkuta, India, Mother Teresa ditanya oleh wartawan, “Apa yang sebenarnya Anda lakukan ?” Apakah Anda ingin menghapus kemiskinan di seluruh India ?”

Mother Teresa menjawab, “Tidak. Saya tidak berniat untuk hal itu. Saya hanya ingin menolong satu orang sakit dan menderita di depan saya. Kemudian menolong satu orang lagi. Dan satu orang lagi...”

Sahut sang wartawan, “Ah, pekerjaan Anda ibarat satu tetes air di tengah lautan samudra. Tidak terlalu terlihat dan berdampak...”

Jawab Mother Teresa, “”Betul sekali. Pekerjaan saya ibarat satu tetes air di tengah lautan samudra. Mungkin tidak terlihat. Mungkin tidak berdampak. Namun bila saya tidak melakukan hal itu, samudra itu kehilangan satu tetes airnya...”

SERIGALA HITAM, SERIGALA PUTIH

Seorang anak muda Indian bertanya kepada kakek tua yang bijaksana di sukunya.

“Kek, aku punya dua serigala. Serigala hitam dan serigala putih. Menurut Kakek, kalau mereka bertarung, siapa yang akan menang ?”, tanya si anak muda.

Kakek tua itu memandang si pemuda. Dan tersenyum kepadanya.

Hakekatnya, manusia berlimpah dengan stok cinta dan kasih sayang. Seorang ibu bangun ketika bayinya menangis malam demi malam. Ia mengendalikan kelelahan fisik dan ketidaksabarannya demi sang bayi.

Seorang ayah rela menunggui anaknya di rumah sakit dengan mengabaikan semua frustasi yang memenuhi hidupnya.

Saat Anda berada di jalan sepi, dan melihat seorang korban kecelakaan mengerang kesakitan di pinggir jalan,

REBORN

#reborn #ceritabaru #personalnotes  #inspirasi #indradewanto

Film Warkop DKI Reborn menduduki singgasana puncak box office film Indonesia. Raihan 4.687.000 penonton sejak tayang 8 September 2016, sekaligus menggeser posisi Laskar Pelangi yang memperoleh 4.631.841 penonton sejak dirilis pada 2008.

Memegang 2 rekor MURI untuk film dengan jumlah penonton terbanyak dalam sehari, juga film dengan pergerakan tercepat dari 1 juta, ke 2 juta, kemudian 3 juta, dan 4 juta penonton.

Jumlah penonton yang membludak, dan menimbulkan antrean mengular di banyak bioskop, boleh jadi karena film itu bisa menembak lintas generasi. Generasi masa lalu yang ingin bernostalgia dengan Warkop DKI, dan generasi masa kini yang penasaran dengannya. Pastinya, medsos dan viral marketing berperan juga untuk hal ini.

Hasilnya, Warkop DKI benar-benar REBORN alias lahir kembali.

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.