^Back To Top
foto1 foto2 foto3

Follow Me :

FacebookTwitterLinkedIn

APRESIASI

Bapak itu berkata kepada saya, “Saya senang, sebagai generasi muda Mas Indra mau melakukan hal itu...”

Ah, jadi tersanjung dengan ucapannya. Apalagi, beberapa ungkapan “generasi muda” ditujukan kepada saya... Smile

Apresiasi, apapun bentuknya, dan disampaikan oleh siapapun, selalu datangkan sanjungan di hati. Lebih-lebih kalau hal itu diucapkan oleh seorang pimpinan di kantor. Kerja berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, terobati dengan datangnya apresiasi.

Responsibility

Responsibility. Tanggung jawab.

Respon + Ability. Kemampuan merespon segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Kemampuan menanggapi situasi dan peristiwa di sekitar kita.

Tanpa perlu dicari-cari, kemampuan itu ada dalam diri setiap manusia. Saya, dan Anda memilikinya. Dan buat Anda bisa tentukan pilihan-pilihan di dalam hidup.

Untuk memantapkan kemampuan itu, sempatkan diri di awal hari berkata :

“Aku bertanggung jawab atas hidupku. Aku ambil tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi dalam hidupku...”

 

MODELLING

Salah satu langkah praktis untuk ikuti jejak sukses orang lain, adalah memodel orang-orang hebat yang sudah sukses di bidang tertentu.

Amati, Tiru, Modifikasi, adalah jargon klasik yang sering disebut oleh banyak pihak untuk hal di atas. Niteni ( perhatikan ), Nirokke ( tiru ), Nambahi ( tambahkan ), adalah jurus serupa yang sudah lama digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro.

Memodel perilaku atau perbuatan seseorang, relatif gampang dilakukan. Memodel busana, penampilah fisik, atau wujud lahiriah, sangat gampang dikerjakan.

Luis Aragones

Pelatih kawakan Spanyol, Luis Aragones meninggal dunia 1 Februari 2014 kemarin di usia 75 tahun. Nama Aragones menjulang setelah keberhasilannya mengantar timnas Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008 silam, sekaligus mengakhiri masa paceklik gelar bagi timnas Spanyol selama 44 tahun lamanya.

Setelah menjuarai Piala Eropa 2008, Spanyol yang berjuluk

PERAN

Setiap orang punya peran dalam kehidupan organisasi. Ada peran yang biasa dia mainkan. Ada peran yang belum pernah dia mainkan.

Di dunia seni, seorang aktor mati-matian berlatih hayati peran barunya. Sang aktor akan mencari referensi, data, dan informasi terkait peran yang akan dia mainkan. Salah menghayati peran, berarti dia harus bersiap kehilangan kariernya di dunia seni.

Di dunia kepemimpinan, hal serupa terjadi. Saat seseorang memasuki peran baru, lebih-lebih peran sebagai pimpinan, dia perlu belajar dan berlatih menjiwai perannya. Tanpa menjiwai perannya sebagai pemimpin, dia hanya akan ditempel oleh atribut-atribut luar kepemimpinan seperti jabatan, pangkat, posisi, ruangan dan setumpuk fasilitas yang diterima.

Mengandalkan atribut luar kepemimpinan saja, tanpa menjiwainya, akan membuat mereka terlempar dari panggung kepemimpinan.

7 Kiat Menjadi Pribadi Kreatif

Menjadi kreatif itu gampang-gampang susah. Ada juga yang bilang susah-susah gampang. Gampang, kalau mau dipikir gampang. Susah, kalau mau dipikir susah. Lho, jadi gimana dong? Susah? Atau gampang?

Ya, itu tadi. Bisa susah. Bisa gampang. Persis seperti yang diujar oleh Henry Ford, apapun yang kita ...pikirkan, begitulah jadinya. Kalau kreatif dipikirkan sebagai sesuatu yang susah, ya jadinya susah. Kalau kreatif dipikirkan sebagai hal gampang, ya gampang pula jadinya.

Dengan kata lain, kalau Anda ingin kreatif, langkah pertama yang mutlak perlu adalah memikirkan bahwa

Copyright © 2013. Indra Dewanto Rights Reserved.